"Penyebrangan Merak ke Bakauheni relatif lancar dan kalau antre ya pasti. Karena ada beberapa hal yang harus dipastikan seperti manifestnya sesuai nama penumpang dan identitas penumpang," kata Jonan di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (3/7/2016).
Kedua, bagi angkutan kendaraan bermotor roda empat atau lebih itu harus di lasing yang ujung ujungnya semua harus diikat karena supaya menjaga stabilitas kapal terutama apabila ada gelombang yang tinggi dan itu pasti mengantri.
"Ketiga karena jumlah pemudiknya juga banyak tapi menurut Dirut ASDP peningkatannya banyak, sekitar 13 atau 14 persen dari tahun lalu," lanjut Jonan.
"Ya kalau antre nggak apa-apa yang penting selamat," pungkas Jonan.
Jonan menimbau bagi masyarakat jika ingin menghindari antrean, untuk menghindari penyeberangan pada malam hari. Dia menyarankan agar memilih waktu pagi hari, karena relatif lebih lancar.
"Masyarakat juga diimbau, kalau bisa tidak semua memilih penyebrangan malam dari Merak ke Bakauheni, nanti antriannya panjang sekali. Mungkin tiga atau empat jam. Kalau milih ada yang pagi ada yang malam, kan lancar," sambung Jonan.
Jonan menambahkan, pelaksanaan arus mudik tahun ini lebih rapih dari tahun lalu. Masyarakat juga dimanjakan dengan penjualan tiket yang lebih mudah, sehingga tidak terjadi penumpukan. Hal ini juga terjadi karena ASDP menjalankan penjualan tiket secara online di rest area.
"Jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini lebih rapih, petugasnya lebih siap baik pihak kepolisian di jalan raya, petugas di bandara dan sebagainya lebih teratur dan juga karena liburnya lebih panjang. Penjualan tiket di depan, sistem online dan sebagainya. ASDP juga bagus di KM 68 sehingga penumpukan di dermaga, terminal, badanra stasiun kereta hampir tidak ada," pungkas Jonan.
(adf/miq)











































