Sementara di areal pelabuhan terlihat penuh kendaraan yang antre masuk ke kapal. Petugas kepolisian dan petugas pelabuhan sibuk mengatur kendaraan yang sudah membeli tiket penyebrangan.
Antrean pemotor di Gilimanuk (Ardian Fanani) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah antre sejak jam 5.00 WIB pagi tadi. Baru bisa masuk loket baru ini jaam 3 sorean. Saya berangkat dari Denpasar sekitar jam 11 malam," ujar Susilo, warga Jember saat berbincang dengan detikcom.
Antrean dari udara (Ardian Fanani) |
Hingga sore hari, panjang antrean di luar pelabuhan ini mencapai 10 kilometer. Batas antrean kendaraan ini hingga di Hutan Cekik, Kawasan Taman Nasional Bali Barat, Jembrana Bali. Pemudik datang secara bergelombang. Terpanjang, antrean terjadi sekitar pukul 05.00 Wita, 08.00 Wita dan 13.00 Wita.
"Para pemudik lebih memilih berkendara malam hari untuk menghindari panas. Tapi ternyata antrean malah panjang mulai malam hingga hari ini," ujar Ali Musana, salah satu petugas Senkom yang membantu memperlancar arus mudik Lebaran tahun ini.
Menurut Ali, antrean terjadi sejak 2 hari lalu. Bahkan antrean terpanjang terjadi kemarin malam Sabtu (2/7) lalu. Antrean kendaraan roda empat mencapai 15 kilometer.
"Antrean sampai ke pasar Melaya. 15 Kilometer dari pelabuhan Gilimanuk," tambahnya. (mad/mad)












































Antrean pemotor di Gilimanuk (Ardian Fanani)
Antrean dari udara (Ardian Fanani)