Nama kerupuk melarat bukan karena yang memakannya akan melarat, justru sebaliknya kerupuk melarat harganya malah tidak malarat. Kerupuk ini adalah makanan khas Cirebon dan sekitarnya. Makanan yang dibuat dengan menggunakan tepung tapioka ini disajikan untuk menambahkan selera makan , cocok juga untuk menyantap hidangan pada saat buka puasa.
Salah satu pedagang di jalan Nagreg, Kabupaten Bandung yang warungnya berada tepat didepan jalur mudik yang sedang macet menjadi satu dari sekian banyak warung yang dihinggapi para pemudik menggunakan roda dua. Pemilik warung atas nama Yeni (28) mengaku banyak para pemudik yang membeli kerupuk melarat untuk disantap pada saat buka atau bagi para musafir yang sedang bergerak mudik dari barat ke timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warungnya menjual kerupuk tersebut dengan harga berbeda -beda. Karena ada dua rasa kerupuk melarat, yang sudah menggunakan bumbu pedas dijual dengan harga Rp 18.000 sedangkan untuk rasa yang polos dijual dengan harga Rp 16.000. Menurut Yeni tak sedikit jajanan khas Cirebon ini dibawa oleh pemudik untuk jadi oleh-oleh di kampung halaman.
"Sekali beli ada yang dua ada yang tiga bungkus, buat oleh oleh katanya, ya disini juga memang banyak yang jualan kerupuk melarat ini," jelasnya.
Memang disepanjang jalur Nagreg tepatnya setalah melewati rel kereta api, warung berjajar menjual kerupuk melarat ini dengan cara di gantung ataupun di taruh didepan warung mereka masing-masing. (ega/ega)











































