Kisah Jari-jari Penghitung Kendaraan Mudik di Nagreg

Kisah Jari-jari Penghitung Kendaraan Mudik di Nagreg

Masnurdiansyah - detikNews
Minggu, 03 Jul 2016 11:06 WIB
Kisah Jari-jari Penghitung Kendaraan Mudik di Nagreg
Para penghitung kendaraan di Nagreg (Foto: Masnurdiansyah)
Nagreg - Tak banyak yang tahu, siapa sosok di balik perhitungan kendaraan selama arus mudik berlangsung. Ini kisah para petugas yang setiap hari menghitung jumlah kendaraan dengan cara manual.

Salah satunya Cepi Firmansyah (31), yang telah menggunakan jari-jarinya untuk menekan tombol horter atau alat perhitungan di Posko Nagreg, Kabupaten Bandung. Tahun ini untuk ketiga kalinya Cepi berlebaran dengan horter. Namun hal tersebut tak membuat Cepi sedih karena harus berpisah dengan keluarga saat momen kemenangan tersebut. Bagi dirinya, menjadi salah satu tim sukses arus mudik menjadi kebanggaan tersendiri.

"Ini tahun ketiga saya berada di sini, sambil bekerja sesuai dengan tugas saya, menghitung kedatangan kendaraan di jalur Nagreg dari arah Barat ke Timur setiap arus mudik, dibawa enjoy dan happy saja sih, berkesan dan membanggakan," ujarnya kepada detikcom saat ditemui di sela-sela tugasnya, Minggu (3/7/2016).

Tak mudah bagi masyarakat untuk memahami dan mengetahui jumlah kendaraan yang lewat di jalur Nagreg khususnya. Kendati telah bekerja siang dan malam, namun Cepi yang sudah tiga tahun bergelut dengan mesin perhitungan kendaraan ini, ternyata masih mengalami kesulitan dan kerap kali gagal fokus saat menghitung kendaraan. Ditanya apa yang menjadi kendala, dia menyebut masalah konsentrasi.

"Sering kok ada yang terlewat, karena kelewatan sampai tak terhitung. Tapi kadang kendalanya kita gagal fokus karena berkurang konsentrasi, karena lelah sejak pagi, ditambah kalau macet memang kendaraan tidak bergerak tapi situasi seperti ini menjadi kendala kami, karena ada kendaraan yang nyelip tidak terlihat. Kita banyak mengikuti orang-orang sebelumnya yang punya pengalaman untuk belajar dan terpenting kita mengikuti arahan dari pimpinan. " jelasnya.

Para penghitung kendaraan


Meski berpuasa jangan dikira kinerja anggota posko Nagreg Dishub Kabupaten Bandung menjadi kendur, justru mereka berubah menjadi gesit untuk memperbarui data-data kendaraan yang melintas.

Apalagi tugas perhitungan kendaraan ini tidak hanya duduk manis saja, mereka memiliki beban keakuratan data untuk dipertanggungjawabkan terhadap pimpinan. Perhitungan secara manual membuat Cepi bersama rekannya memasang mata agar jeli untuk menghitung.

"Kalau salah hitung atau kurang satu nanti akan berdampak pada hasil yang diinput (dimasukan) ke dalam data, yah serulah ada tugas begini kita Ikuti instruksi komandan," terangnya sambil terus memperhatikan kendaraan yang lewat.

Macet di Nagreg


Jari yang tak henti-hentinya menghitung, terus bergerak selama dua jam sekali dalam sehari penuh. Karena perhitungan kendaraan dilakukan secara manual, maka setiap tim yang terdiri dari 17 orang dibagi menjadi dua kelompok, yakni 11 orang untuk menghitung arus, sisanya sebanyak enam orang di tim pengelolaan data untuk diinput.

"Piket kita 24 jam tapi giliran, dua jam sekali kita bergantian untuk menghitung arus. Karena ini manual jadi setelah perhitungan nanti dimasukin ke komputer untuk diinput datanya dan nanti akan keluar hasil jumlahnya berapa banyak kendaraan yang telah lewat," jelas salah satu tim dari pengelola data posko Nagreg, Dodi Fauzi (32), saat ditemui di lantai dua gedung tersebut.



Dalam alat hitung kendaraan atau horter telah dibagi-bagi sesuai dengan jenis kendaraannya. Petugas penghitungan hanya tinggal menekan sesuai dengan jenis kendaraan yang lewat. Seperti motor roda dua dan roda empat, angkutan kota, pick up, bus yang jenis besar atau sedang, dan truck gandengan.

"Khusus truck gandengan yang lewat pada lebaran hanya bus pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan bahan pokok," jelas Dodi.

Setiap tahun profesi mereka lah yang melihat kapan arus puncak mudik tiba dan berapa banyak kendaraan yang melintas setiap harinya. Memang terlihat mudah namun saat dicoba tidak semudah yang dilihat.

(mad/mad)


Berita Terkait