Cara Rio Menikmati Belasan Jam Terjebak di Kemacetan Brebes

Cara Rio Menikmati Belasan Jam Terjebak di Kemacetan Brebes

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 03 Jul 2016 09:15 WIB
Cara Rio Menikmati Belasan Jam Terjebak di Kemacetan Brebes
Lalu lintas masih macet di Ketanggungan Brebes. Foto: Dok. Rio
Jakarta - Meski tidak merayakan Idul Fitri, Rio ikut merasakan budaya mudik kali ini. Tak pelak, pria asal Yogyakarta ini pun juga harus rela terperangkap macet belasan jam lamanya.

Rio dan istri yang bekerja di Jakarta memanfaatkan liburan Hari Raya Idul Fitri untuk pulang ke kampung halamannya di Wonosari, DIY. Berangkat dari Kebayoran Lama sejak pukul 13.00 WIB, Sabtu (2/7/2016), namun hingga saat ini keduanya masih terjebak macet di kawasan Ketanggungan, Brebes, yang merupakan salah satu jalur alternatif menuju Jawa Tengah termasuk Yogyakarta.

"Keluar dari Tol Pejagan jam 19.30 WIB semalam. Langsung kejebak macet di sini sampai sekarang," ujar Rio saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendaraan roda empat yang digunakan Rio untuk mudik sempat 'parkir' berjam-jam lamanya di Ketanggungan. Sejak dini hari, mereka akhirnya baru bisa kembali bergerak sekitar pukul 06.00 WIB ini.

"Bergerak tapi jalan tersendat-sendat. Baru jalan sedikit, berhenti lagi tapi lebih mending dari semalam. Masih sekitar 3 km sampai ke Pertigaan Klonengan," sebut Rio.

Pertigaan Klonengan ini memang menjadi salah satu titik penyebab kemacetan yang cukup parah kala musim mudik. Rio sebenarnya sudah beberapa kali melintasi daerah ini namun baru kali ini merasakan kemacetan parah.

"Pas mudik Natal kemarin nggak macet, sekarang macet mungkin lebih banyak yang mudik. Ini 17 jam tapi baru sampai Brebes, belum sampe kotanya malah. Normal 12 jam sampai di Yogyakarta seharusnya," kata dia.

Libur Idul Fitri yang relatif panjang ini tak ingin disia-siakan Rio dan istrinya untuk menengok orangtua dan keluarga yang ada di kampung. Awalnya mereka ingin pulang dengan moda transportasi kereta namun tidak kebagian tiket.

"Libur panjang sayang kalau nggak mudik, sekalian nengok orangtua. Pesawat agak mahal, kalau bawa mobil kan sekalian biar di sana gampang kemana-mananya. Karena sekalian mau mampir ke Magelang juga," ungkap Rio.

Dalam keadaan lelah, Rio dan sang istri berusaha menikmati kemacetan mudik ini. Hanya saja ia akan berpikir dua kali ketika ke depan ingin melalukan hal yang sama.

"Kata orang menikmati mudik. Tapi kesel juga kalau macetnya kayak gini, perlu dipertimbangkan kembali. Susah rest area. Untung ada rest area dadakan di rumah-rumah penduduk," tutur karyawan swasta itu.

Meski harus bermacet ria hingga hampir 24 jam lamanya, Rio dan sang istri, Dina berusaha menikmati keadaan. Pasangan muda yang biasa disibukkan dengan rutinitas kerja kini bisa menyisihkan lebih banyak waktu untuk berbagi momen berkualitas berdua.

"Sekalian serasa kayak bulan madu lagi, kayak journey. Walaupun journey-nya sengsara haha," timpal Rio sambil berkelakar saat mengomentari lamanya waktu yang harus terbuang di jalanan akibat macet parah di wilayah Brebes itu.

Meski arus lalu lintas bergerak layaknya siput, Rio dan Dina tetap semangat untuk bisa pulang ke kampung halamannya. Kini jarak mereka berada sekitar 3 km lagi dari Pertigaan Klonengan. (elz/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads