Demi Lebaran Bersama Orangtua, Firman Rela 10 Jam Terperangkap Macet di Brebes

Demi Lebaran Bersama Orangtua, Firman Rela 10 Jam Terperangkap Macet di Brebes

Elza Astari Retaduari - detikNews
Minggu, 03 Jul 2016 06:49 WIB
Demi Lebaran Bersama Orangtua, Firman Rela 10 Jam Terperangkap Macet di Brebes
Ilustrasi pemudik bermacet-macetan. Foto: Edward/detikcom
Brebes - Idul Fitri adalah hal yang dinanti-nantikan oleh umat muslim setiap tahunnya. Tak perduli jarak, waktu, hingga uang, akan dikorbankan agar bisa menghabiskan lebaran untuk mudik berkumpul dengan keluarga. Termasuk rela berjam-jam terperangkap macet.

Hal ini seperti yang dirasakan oleh Firman Abielfida, pemudik dari Purwakarta yang hendak menuju kampung halamannya di Semarang. Berangkat bersama sang adik sejak pukul 15.00 WIB, Sabtu (2/7/2015), hingga saat ini Firman masih jauh dari tujuan dan terjebak macet di wilayah Brebes.

"Saya sekarang di wilayah Bangsri. Lalu lintas Brebes-Tegal nyaris parkir," ujar Firman saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/7/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perjalanan Firman pada awalnya cukup lancar. Ia keluar dari Tol Palimanan saat magrib dan terus melanjutkan hingga Kanci. Sampai di daerah Bulakamba, bapak dua anak ini lalu beristirahat untuk makan. Setelah istirahat sebentar dan hendak melanjutkan perjalanan, Firman terjebak macet parah.

"Bulakamba menuju Bangsri sebenarnya hanya berjarak lebih kurang 10 km tetapi dari jam 20.05 WIB sampai dengan saat ini situasi masih sama dan stagnan," kata dia.

Beruntung Firman sudah terlebih dahulu memulangkan istri dan anak-anaknya ke kampung halaman mereka. Ia tidak ingin buah hatinya yang masih kecil-kecil harus merasakan beratnya perjuangan mudik lewat jalur darat.

"Karena situasinya kayak gini, kasihan kalau ikut saya. Udah seminggu lalu istri dan anak-anak saya pulangin duluan naik kereta. Kalau saya bawa mobil karena di sana bisa dipakai juga," tutur Firman.

Meski harus berpeluh setiap tahun menghadapi kemacetan arus mudik, Firman tak menyerah. Tetap saja perjuangan itu ia lakoni demi berkumpul bersama keluarga, terutama agar bisa menghadap orangtua.

"Mau ke rumah orangtua. Alhamdulillah orangtua saya masih lengkap. Nggak apa-apa macet-macetan, setahun sekali. Yang paling penting bisa lebaran sama orangtua dan istri anak," sebutnya.

Pengalaman mudik tahun ini menurut Firman adalah yang paling parah dari empat tahun pengalaman mudiknya. Itu bisa terlihat dari bagaimana jarak Bulukamba-Bangsri yang hanya 10 km perlu ditempuhnya selama lebih dari 10 jam. Dan ia masih harus menghadapi kemacetan entah hingga pukul berapa dan tak bisa memprediksi kapan akan sampai Semarang.

"Paling parah kayaknya tahun ini. Tahun kemarin saya 36 jam baru sampai, sekarang nggak tahu deh. Bisa-bisa besok baru sampai kayaknya, apalagi Pekalongan katanya juga macet," ucap Firman.

Menurutnya, saat ini 4 lajur baik sisi kiri dan kanan Pantura sudah terpakai semua oleh para pemudik yang hendak menuju timur. Itu dikatakan Firman menambah kekacauan.

"Rombongan pemudik motor mulai berdatangan dari jam 03.00 WIB. Ini nggak jalan sama sekali. Sebelum 4 lajur kepakai semua, masih jalan sedikit. Sekarang nggak sama sekali," terangnya.

Walau terjebak kemacetan cukup parah, tampaknya ia bersama sang adik tetap semangat mudik ke kampung halaman. "Ya dijalani aja," tutup Firman sambil tergelak. (elz/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads