"Dimatikan semua mesin mobilnya, saking parahnya macet. Sunyi senyap di tengah jalan. Pemudik pada keluar dari mobil," ujar seorang pemudik yang 'parkir' di Ketanggungan, Tiwi saat berbincang dengan detikcom, Minggu (3/7/2016) dini hari.
Tiwi sudah keluar dari Tol Pejagan sejak pukul 19.30 WIB, Sabtu (2/7) dan hingga kini masih stuck di Ketanggungan. Mudik bersama sang suami, Tiwi masih harus berjuang menembus kemacetan hingga melewati pertigaan Klonengan untuk sampai ke tempat tujuannya yaitu Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di wilayah Ketanggungan sempat turun hujan deras malam tadi. Saat ini cuaca belum benar-benar cerah dan menyebabkan jalanan basah dan tidak kering-kering.
"Motor masih bisa lewat, nyelap-nyelip. Ini mobil yang parah banget. Mereka nyelap-nyelip di mobil yang pada berhenti ini," jelas Tiwi.
Pemudik mematikan mesin dan keluar dari mobil karena macet parah di Ketanggungan. Foto oleh: Tiwi |
Meski begitu belum diketahui adanya korban pemotor yang terluka parah akibat terjatuh. Namun dikhawatirkan kurangnya penerangan jalan dapat menyebabkan korban terpeleset semakin banyak.
"(Penerangan) kurang banget. Lha kanan-kiri sawah. Tanah licin," kata Tiwi.
Wilayah Brebes menjadi pusat macet paling parah untuk arus mudik hari ini. Beberapa titik kemacetan seperti di Ketanggungan, pintu keluar Tol Brebes Timur Exit atau Brexit, dan sejumlah titik lainnya.
Di jalur Pantura utama pun menurut pembaca pasangmata, Muhammad Alf Lim, kemacetan semakin malam semakin parah. Salah satunya di sekitar Jembatan Sungai Pemali yang berada di ruas Brebes-Tegal itu.
"Ditambah kondisi jalan yang basah setelah diguyur hujan. Diharap buat para pemudik harap berhati-hati, jalanan licin," imbau Alf, Minggu (3/7). (elz/kha)












































Pemudik mematikan mesin dan keluar dari mobil karena macet parah di Ketanggungan. Foto oleh: Tiwi