Potensi curah hujan yang sering terjadi pada sore dan malam hari diprediksi merata di seluruh wilayah Banyuwangi. Hal tersebut juga mempengaruhi tinggi gelombang Laut Selat Bali, saat ini berada di kisaran 1 meter.
Kondisi yang cukup berubah-ubah itu dinilai ikut mempengaruhi kebijakan untuk melakukan rekayasa buka tutup pelabuhan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena cuaca yang berubah secara drastis di tiap hari tersebut, Ispriyanto menyarankan supaya para penumpang memilih waktu pagi dan siang hari untuk melakukan perjalanan laut.
"Saran kami pilihlah pagi dan siang hari untuk menyeberang laut, karena saat masa itu cuaca masih bersahabat," katanya.
Sementara itu ditemui terpisah, Prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi, Anjar Triono Hadi menambahkan, perubahan cuaca yang cukup ekstrim pada bulan Juli di Banyuwangi ini dipengaruhi oleh kondisi La Nina yang lemah, sehingga aliran massa uap air dari Samudera Pasifik menuju Indonesia yang mengakibatkan potensi pertumbuhan awan hujan pada bulan Juli masih terjadi.
"Kondisi ini mempengaruhi gelombang laut Selat Bali dan angin dominan bertiup ke Timur laut, tenggara dengan kecepatan 06 hingga 36 km/jam," katanya.
(jor/jor)











































