Soal Minta Maaf, Rusdihardjo Tuding Media Malaysia Melintir
Rabu, 23 Mar 2005 11:01 WIB
Jakarta - Dubes Indonesia untuk Malaysia, Rusdihardjo, menuding media massa Malaysia memelintir permintaan maafnya soal pembakaran bendera Malaysia di Tanah Air terkait konflik Ambalat. Eks Kapolri ini mengaku tak pernah menyebut para pendemo sebagai orang gila.Pengakuan Rusdi itu disampaikan di depan Komisi I DPR yang memanggilnya terkait permintaan maafnya yang memicu protes di Indonesia. Dalam statemennya yang dirilis media massa Malaysia, Rusdi menyebut para pendemo adalah orang yang lapar, marah dan gila.Rusdi berkilah bahwa dia menggunakan istilah itu dengan berpijak metode psikologi bahwa manusia dilahirkan putih dan bersih. Namun karena terjadi kesewenang-wenangan, ketidakadilan dan kekecewaan, menyebabkan dia menjadi hungry."Menurut teori Sigmund Freud, hungry yang tidak dikendalikan bisa menjadi angry. Angry bisa berlanjut menjadi crazy. Itu akibat hasrat yang tidak dipenuhi," jelas Rusdi. "Nah, istilah ini dipelintir oleh media Malaysia dan diblow up. Terus terang saya sendiri jadi bingung menjelaskannnya pada mereka. Karena itu di negeri orang. Memang kalau di negeri kita ada hak jawab. Tapi di sana itu berbeda. Tapi saya tegaskan, tidak ada niat sedikit pun untuk melecehkan negara kita," demikian Rusdihardjo.Terkait:Media Malaysia Beritakan Permohonan Maaf RI Soal Demo
(nrl/)











































