Komitmen detikcom: Integritas Nomor Satu

Surat dari Buncit

Komitmen detikcom: Integritas Nomor Satu

Redaksi - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2016 10:15 WIB
Komitmen detikcom: Integritas Nomor Satu
Suasana rapat redaksi di detikcom
Jakarta - Pembaca yang budiman, sejak berdiri tahun 1998, detikcom selalu berusaha menjaga marwah dan integritas redaksi kami. Aturan internal dibuat sangat kuat. Tak boleh menerima apa pun dari narasumber baik itu terkait atau tidak dengan pemberitaan. Sanksinya tegas: pemecatan!

Namun tak bisa dipungkiri, kondisi di lapangan bisa jadi sangat dinamis. Di era sekarang ini, tawaran tak hanya berbentuk uang, namun juga aset, fasilitas sampai jasa. Semua itu pun dengan tegas dilarang. Segala sesuatu yang bisa menimbulkan konflik kepentingan dalam urusan pemberitaan jelas tak bisa diterima. Lagi lagi, sanksinya adalah pemecatan bagi yang melanggar.

Beberapa hari ini muncul berita seputar wartawan kami yang disebut sebagai 'korlap', kepanjangan dari koordinator lapangan yang kerap diasosiasikan sebagai pembagi-pembagi uang di kalangan wartawan. Link berita itu menyebar begitu cepat lewat media sosial dan grup-grup WhatsApp. Seketika itu pula, jadi perbincangan hangat di kalangan wartawan dan khalayak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu komitmen kami terhadap integritas wartawan rasanya perlu ditegaskan kembali. Sama sekali bukan untuk membela diri, tapi fakta dan kebenaran yang kami cari. Pemimpin Redaksi detikcom Arifin Asydhad langsung memutuskan membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri masalah ini. Walau berita disebar secara sepihak tanpa konfirmasi, namun ada kewajiban redaksi untuk mengusut ini demi menjaga marwah integritas detikcom.

Tim investigasi kemudian bergerak. Menelusuri informasi dan memanggil sejumlah saksi. Fakta-fakta digali, termasuk menelusuri kemungkinan lainnya terkait urusan ini. Dalam prosesnya, walau dibarengi dengan derai air mata dan ketegangan, semua sadar ini untuk kepentingan yang jauh lebih besar, yakni integritas.

Pembaca, tim akhirnya berkesimpulan bahwa wartawan kami tidak bersalah. Dia bukanlah seorang korlap, tapi wartawan yang sedang menjalankan tugasnya untuk memberitakan informasi kepada masyarakat. Pemberitaan yang muncul tentangnya, terjadi karena terseret pusara masalah dua kelompok wartawan. Singkatnya, dia berada di tempat yang salah dan waktu yang salah.

Kesimpulan ini juga diperkuat oleh pernyataan resmi Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada redaksi yang menjamin wartawan detikcom di Polda Metro Jaya tak pernah menerima kompensasi apa pun. Semua proses peliputan di Polda berjalan profesional.

Meski begitu, bila ke depan ada temuan-temuan bukti baru terkait urusan ini, tim akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan yang sudah digariskan oleh perusahaan.

Bersama masukan, kritik dan saran dari para pembaca yang budiman, kami pastikan akan terus berusaha menjaga integritas ini agar tetap bisa menyuguhkan berita-berita menarik, solutif, kreatif. Tujuannya hanya satu, untuk memberikan manfaat bagi Anda para pembaca detikcom.

Di akhir bulan yang suci ini, kami juga ingin mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Batin atas segala kesalahan dan kekhilafan. Bagi Anda yang mudik tetap hati-hati di perjalanan dan selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga tercinta.

(tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads