Beberapa nama yang sudah mendaftarkan diri ke DPP PPP antara lain dari eksternal ada nama Sandiaga Uno, Yusril Izha Mahendra, Hasnaeni Moein "Wanita Emas", dan Yusuf Mansyur. Sedangkan untuk kader internal ada Taufiequrachman Ruki dan Oki Asokawati. Semua nama tersebut akan mengikuti tahapan-tahapan seleksi yang ditetapkan oleh DPP PPP.
"Tanggal 10 Juli hingga 17 Juli 2016 akan ada Rapim (Rapat Pimpinan) tingkat Provinsi. Disana akan dipaparkan visi misi tiap calon. Setelah itu, akan gelar fit n proper test di DPP pada tanggal 21 Juli hingga 31 Juli 2016. Setelah itu akan ada keputusan PPP punya calon definitif pada awal Agustus," kata Ketum PPP Romahurmuziy di kantor DPP PPP, Jl Tebet Barat Raya IX, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Koalisi bisa diinisiasi oleh bakal calon. Di banyak Pilkada itu yang terjadi. Karena bila parpol yang membuat koalisi kan tidak bisa permanen, tiap daerah punya kearifan lokal masing-masing. Tapi tidak tertutup kemungkinan parpol bersama-sama mendukung bakal calon tertentu," lanjut Romi.
Untuk saat ini, PPP sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol yang memiliki kursi di DPRD DKI. Komunikasi tersebut dimaksudkan untuk menyatukan pandangan dan langkah kedepan dalam memajukan nama yang akan maju dalam Pilgub DKI 2017. Romi berharap beberapa partai yang memiliki kursi signifikan di DPRD DKI bisa merapat untuk menggabungkan kekuatan menuju DKI 1.
"DKI ini domainnya DPP. Karena itu, saya katakan akan bersilaturahmi dengan pimpinan parpol yang belum memiliki calon. (Silaturahmi) untuk menyatukan pandangan dan langkah dalam satu nama. Bila mau mendapat kemenangan di DKI, partai-partai yang cukup signifikan seperti PPP, Gerindra dan PKS bisa memiliki 1 langkah dalam Pilkada mendatang," ujarnya.
"Kita bicara juga dengan (Partai) Demokrat. Kita menunggu DPI-P karena PDI-P bisa mencalonkan sendiri," tutup Romi. (tor/tor)










































