DetikNews
Jumat 01 Juli 2016, 16:58 WIB

Generasi Muslim Negeri Emerald

Hanidah Zaki - detikNews
Generasi Muslim Negeri Emerald Foto: Tim Jazirah Islam/ Trans7
Dublin, - Negara Irlandia, adalah negara yang mendapat julukan pulau zamrud atau Emerald Isle. Negara ini juga memiliki pemandangan alam yang menakjubkan.

Kecantikan alam Irlandia membentuk negara ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menjanjikan. Namun tak hanya kecantikan alamnya saja yang menarik perhatian, pertumbuhan agama Islam di negeri ini juga menarik untuk ditelusuri.

Sekitar tahun 1845, Irlandia mengalami kelaparan parah yang melanda negaranya. Setidaknya ada sekitar 1 juta orang meninggal karena bencana ini. Di saat itulah Khalifah Abdul Majid, seorang generasi dari kesultanan Ottoman Turki merasa tergerak untuk membantu rakyat Irlandia.

Meski berada ribuan kilometer dan harus menghadapi hadangan ratu dan tentara Inggris, pada akhirnya kesultanan Turki berhasil menyusupkan 3 buah kapal yang penuh dengan bahan makanan dan merapat di sebuah pelabuhan di daerah drogheda.

Pada saat itu diperkirakan bantuan kesultanan turki mencapai 800.000 poundsterling atau setara 1,7 miliar rupiah. Dari titik inilah hubungan baik antara Irlandia dan Islam berkembang di negara ini.

Kini generasi muslim baru Irlandia mulai tumbuh subur. Sebagian besar muncul di kota Dublin yang merupakan pusat pergerakan ekonomi. Geliat muslim sangat terasa disini.
Tim Jazirah Islam Trans7

Sejak awal tahun 90-an, Irlandia memang dikenal sebagai salah satu destinasi imigran muslim dari beberapa negara Timur Tengah dan Afrika. Disini, muslim berbaur menjadi satu dengan warga Dublin yang mayoritas beragama kristen katolik.

Inilah Clonskeagh Muslim National School, sekolah muslim tingkat dasar yang terletak di kota Dublin. Tempat belajar dan mengajar ini merupakan sekolah nasional yang didanai pemerintah Irlandia.

Sekolah ini didirikan pada tahun 1990 oleh komunitas muslim Irlandia. Sekolah ini bagaikan sebuah oase bagi para orangtua muslim yang tinggal di kota Dublin. Karena selain fasilitas sekolah, di dalam kompleks bangunan ini juga terdapat masjid serta toko makanan halal.

Sebelum sekolah ini didirikan, setiap muslim Irlandia yang menetap di Dublin hanya bisa memberikan pelajaran agama islam di dalam keluarga. Karena hampir seluruh sekola resmi pemerintah di Irlandia berbasis pendidikan agama katholik.
Tim Jazirah Islam Trans7

Kini Clonskeagh Muslim National School tumbuh semakin pesat. Saat ini setidaknya ada sekitar 300 murid yang menempuh pendidikan di sekolah ini.

Salah satu guru yang mengajar di sekolah ini adalah Asiya Al-Tawash. Ia adalah wanita keturunan Irlandia yang memutuskan menjadi seorang muslim 40 tahun silam. Ia telah mengajar di sekolah ini selama 25 tahun, ya, sejak awal sekolah ini didirikan.

Selain materi pelajaran reguler dan islami, sekolah ini memang dilengkapi kegiatan ekstra-kulikuler paduan suara seperti sekolah pada umumnya. Pada acara-acara istimewa, biasanya kelompok paduan suara ini akan tampil untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Selain lantunan nasyid yang memukau, keberadan Orla yang merupakan guru paduan suara juga menarik perhatian. Orla adalah seorang wanita asli Irlandia yang beragama katholik, namun ia tampak sangat nyaman berada di lingkungan sekolah muslim ini.

Sebagian besar murid di sekolah ini adalah anak-anak imigran muslim yang telah menetap di Irlandia selama bertahun-tahun. Clonskeagh Muslim National School merupakan sebuah gambaran kecil bagaimana Islam berkembang dengan sangat baik di Irlandia. Tak heran ia mendapat julukan negara paling islami di dunia.
Tim Jazirah Islam Trans7

Dublin memang selalu menarik dan tak habis untuk ditelusuri. Dublin juga selalu menawarkan kisah lain terutama tumbuhnya generasi islam baru di pusat ibukota. Inilah Eoin Jhon Whelan atau Yahya Abu Mujahid seorang pemuda asli Irlandia yang telah memutuskan menjadi seorang muslim sejak ia berusia 17 tahun.

Kini usianya telah menginjak 26 tahun, namun ia masih merasakan bagaimana agama tauhid membuatnya kagum sejak pertama kali. Sebagai seorang remaja di benua Eropa, ia pernah terjebak dalam kelamnya masa muda yang penuh dengan kesenangan fana. Selama bertahun-tahun ia terbelenggu dalam lingkaran hitam obat-obatan terlarang.

Hal ini membuatnya jauh dari keluarga saudara bahkan dirinya sendiri. Dalam ketidakpastian hidup ia seringkali bertanya kepada para pemuka agama namun tak ada yang bisa menenangkan jiwanya sebagai remaja kala itu. Kini pencariannya selesai, ia telah menemukan hal yang membawanya kembali sebagai manusia seutuhnya.

"Pada saat itu saya sangat berbeda, seakan saya tidak memiliki limit dan juga batasan yang membuat saya berhenti, seperti orang-orang akan berhenti jika bertemu sebuah batas. Dan allhamdulilah, salah satu hal yang paling luar biasa menjadi seorang muslim adalah dosa-dosa kita akan dimaafkan, tapi kesalahan yang telah kita lakukan kepada orang lain tetap harus kita meminta ampunan," cerita Eoin.
Tim Jazirah Islam Trans7

Kini ia bekerja sebagai seorang general secretary di sebuah lembaga non profit yang membantu anak-anak muda. Ia tidak ingin mereka terjerumus dalam kehidupan yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Seluruh kegiatan ia lakukan sebagai gambaran apa yang ia ucapkan, bahwa ia ingin mengakui kesalahan memohon maaf dan bertaubat atas segala dosa yang telah ia lakukan sebelumnya. Kini seluruh waktu Eoin tercurah untuk mujahid yang mulai memasuki usia 2 tahun.

Di dalam rumah mungilnya, Eoin berusaha membesarkan dan menumbuhkan benih—benih agama Islam di dalam hati bocah kecil ini.

Selain Eoin, Dublin masih menyimpan satu cerita tentang sentuhan damainya islam. Muslim lainnya adalah Mary Isobelle Burns, seorang muslimah muda asli Irlandia. Isobelle dilahirkan dalam sebuah keluarga asli Irlandia di daerah Port Leage.

Wanita berusia 29 tahun ini adalah gambaran kaum hawa dengan keinginan hidup yang kuat. Namun dari sinilah akhirnya ia terketuk untuk mengucapkan kalimatul syahadah.

"Pada saat ramadhan, mungkin sekitar 4 tahun lalu, saya bertemu seseorng yang memberitahu saya tentang islam, hingga membuat saya berfikir. Beberapa hari selanjutnya mereka bertanya pada saya apakah saya ingin menjadi seorang muslim? Saya menjawab, ya, dan mereka bilang "apakah kamu mempunyai pertanyaan? Pada saat itu saya mengajukan dua pertanyaan, saya tidak ingin tahu hal lainnya," jelas Isobelle.
Tim Jazirah Islam Trans7

Pada saat itu kondisi Isobelle dipenuhi rasa ingin tahu tentang segala hal, apa yang terjadi di dalam hidupnya membuat ia mencari sebuah oase ketenangan abadi dan bukan khayalan semata. Islam adalah agama yang benar dan nyata inilah yang membawa Isobelle akhirnya menjadi seorang muslim.

Kini Isobelle telah menjadi muslim selama hampir 4 tahun. Ia hidup bahagia dalam keyakinan hatinya. Kebahagiaannya juga tak lepas dari buah hatinya, Amira. Gadis cantik berusia 8 tahun ini adalah satu-satunya pengisi hari Isobelle. Sudah sejak lama ia tidak memiliki kedekatan dengan keluarganya, ia juga harus mengandung dan membesarkan amira dalam kesendirian.
Tim Jazirah Islam Trans7

Kasih sayang Isobelle hanya tercurah pada Amira. Gadis kecil ini memiliki masalah dengan jantung sehingga harus secara rutin melakukan pengobatan dan dibatasi aktivitasnya. Dalam kesendirian dan kesulitan, hanya Al-Quran yang bisa menguatkan hati Isobelle ketika berada pada titik terlemah.





Kisah selengkapnya saksikan di Jazirah Islam, tayang setiap hari pukul 04.45 WIB di Trans7.


(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed