Saat JK Minta Ajudannya Ikut Bicara Soal Tugas Utama Polri

Saat JK Minta Ajudannya Ikut Bicara Soal Tugas Utama Polri

Ferdinan - detikNews
Jumat, 01 Jul 2016 15:58 WIB
Saat JK Minta Ajudannya Ikut Bicara Soal Tugas Utama Polri
Foto: JK dan Kombes Teddy/ Ferdinan detikcom
Jakarta - Ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kombes Teddy Minahasa diminta JK ikut membantu memberikan penjelasan mengenai tugas pokok Kepolisian RI (Polri). Teddy diminta bicara saat JK menjelaskan harapannya terhadap Polri pada HUT Bhayangkara ke-70 hari ini.

JK dalam beberapa kesempatan tanya jawab dengan wartawan memang biasa menjawab langsung setiap pertanyaan yang diutarakan. Namun kali ini JK meminta ajudannya membantu menyebutkan tugas pokok Polri. Tugas pokok ini yang menurut JK harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

"Selalu kita ingin ingatkan kembali tugas utama polri yang tercermin dalam simbol polri, menjaga, melayani, mengayomi. Itu saja yang kita pegang. Insya Allah Polri akan lebih baik," ujar JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/7/2016).

Usai memberikan pernyataan itu, JK langsung melirik ke kursi di sebelah kirinya. Kursi tersebut diduduki Sekretaris Wakil Presiden (Setwapres) Mohamad Oemar dan Teddy Minahasa.

Teddy sempat terdiam sejenak mendapat pertanyaan dadakan tersebut. Namun kemudian dengan nada tegas, Teddy bicara soal tiga tugas pokok kepolisian yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

"Tugas utama polri itu 3 penegakan hukum, melayani, mengayomi," jawabnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo berharap peringatan HUT Bhayangkara ke-70 menjadi momentum refleksi bagi Polri.

"Saya harap bukan sekadar perayaan tapi momentum refleksi diri, optimalkan tugas dan fungsi Polri khususnya meningkatkan pelayanan ke masyarakat," kata Kapolri Jenderal Badorodin membacakan amanat Jokowi dalam Upacara HUT Bhayangkara digelar di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Sebab dengan refleksi diri, Polri menurut Jokowi tidak hanya melihat keberhasilan yang dicapai tapi juga menyadari kelemahan dan kekurangan. "Itu harus jadi tantangan, perbaiki diri, perubahan positif dan reformasi institusi menyeluruh dan konsisten," ujarnya. (fdn/rvk)


Berita Terkait