"Masalahnya beda lagi, masalahnya di pintu tol. karena itulah musti diubah ke elektronik. karena 30 detik saja proses pengambilan kartu itu kali kan sekian juta. Jadi bottleneck (sumbatan) itu di situ. Jadi memang selalu masalah baru perlu ada sistem baru teknologi baru. Tapi tahun ini diharap lebih baik sehingga tidak ada orang yang lebaran di jalan. jauh lebih baik dibanding (tahun-tahun sebelumnya)," ujar JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/7/2016).
JK meyakini kemacetan pada arus mudik tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Sebab pemerintah menetapkan cuti bersama yang dimulai pada Senin (4/7) yang berhimpitan dengan akhir pekan. Dengan begitu jumlah pemudik akan terbagi pada hari Sabtu (2/7) dan Minggu (3/7).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan banyaknya hari libur termasuk akhir pekan, pemudik memiliki banyak pilihan untuk menetapkan hari pulang kampung dan perjalanan kembali pada arus balik.
"Jadi tinggal pengaturannya saja diusahakan mereka besok mulai cuti berangsur-angsurlah. ada 4 hari, orang boleh pulang kampung Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, (ada) 4 hari. Kalau sekian puluh juta terbagi 5 saja karena pasti ada yang lebih dulu saya harap tahun ini lebih aman," tutur JK.
Saat ini gelombang arus mudik sudah terjadi dengan prediksi puncak arus mudik pada hari Sabtu (2/7) dan Minggu (3/7). Kemacetan pada H-5 hari ini, terjadi di pintu tol Brebes Timur. Selain karena jumlah kendaraan yang meningkat, kemacetan di pintu tol terjadi karena sistem pembayaran tunai di mana banyak pengendara yang tidak menyiapkan uang pas untuk keluar pintu tol.
![]() |












































