Begini Upaya Ketum The Jakmania Antisipasi Kekerasan Suporter

Begini Upaya Ketum The Jakmania Antisipasi Kekerasan Suporter

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 30 Jun 2016 16:29 WIB
Begini Upaya Ketum The Jakmania Antisipasi Kekerasan Suporter
Foto: Ilustrasi: Basith Subastian
Jakarta - The Jakmania menjadikan peristiwa kerusuhan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakpus, sebagai pelajaran. Ketua Umum The Jakmania Ahmad Richard punya cara mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ini menjadi pelajaran buat kita semua. Kita tidak ingin kejadian kemarin kembali terulang," kata Richard usai bertemu dengan pihak kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Selain untuk memgkomunikasikan peristiwa lalu, Richard membawa koordinator wilayah untuk memverifikasi apakah 8 tersangka terkait kerusuhan itu adalah anggota Jakmania atau bukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait masalah media sosial yang digunakan oleh suporter untuk menyebar provokasi dan ujaran kebencian, The Jakmania akan membuat klinik hukum. "Ke depan saya sampaikan juga, kalau terkait hate speech kita akan adakan klinik hukum, itu adalah materinya UUD ITE yang sifatnya kita pengen edukasi," imbuhnya.

Sementara terkait sanksi sosial bagi para suporter apabila terbukti terlibat melakukan pidana. "Tentunya sanksi sosial pasti ada, proporsional. Kalau ada hal-hal yang melakukan sifat-sifat tidak terpuji, yang sifatnya mengganggu ketertiban umum tentunya kita lakukan tindakan," jelasnya.

Sementara terkait 8 tersangka yang saat ini diproses atas UU ITE dan pengeroyokan, Richard masih mempertimbangkan untuk memberikan bantuan hukum atau tidak sebelum memastikan keanggotaannya.

"Kita cek dulu, tentunya anggota atau tidak, tapi karena masih dalam proses pentelidikan Polda Metro, tentunya nanti baru akan kita cek," lanjutnya.

"Nanti kita koordinasi dengan advokasi kita apakah berikan bantuan hukum atau tidak, semua ada mekanismenya," imbuhnya.

Richard juga siap membantu polisi terkait pelaku lain yang belum tertangkap terutama yang melakukan pengeroyokan terhadap Brigadir Hanafi.

"Tadi sudah kita sampaikan, artinya kita akan membantu proses, kota proaktif, yang ditanya juga jawab, semua kita proaktif. Bantu identifikasi," sambungnya. (mei/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini