DetikNews
Kamis 30 Juni 2016, 14:45 WIB

Muslim Helsinki Kini

Kiki Larasati - detikNews
Muslim Helsinki Kini Foto: Tim Jazirah Islam/ Trans7
Helsinki - Terhampar di utara benua biru Eropa, Finlandia tercatat sebagai negara damai dan nyaman untuk dihuni. Hampir 80 persen warga Finlandia memeluk Kristen, dengan 20 persen sisanya tidak beragama. Meski demikian, Islam punya ruang tersendiri.

Negeri dengan sistem pendidikan terbaik dunia ini sangat toleran dalam hal kebebasan beragama. Ada sekitar 50 ribu muslim di Finlandia dan mayoritas tinggal di kota bagian selatan, Helsinki salah satu diantaranya.

Helsinki ibukota Finlandia ini menjadi rumah yang nyaman bagi beragam etnis dari seluruh dunia. Tidak terkecuali pendatang muslim. Meski Islam masih sangat sedikit, hanya 1 persen dari 5 juta jiwa warganya, namun Islam terus menggeliat di negeri seribu danau ini.

Interaksi antara muslim asli dan pendatang membuat Islam terus tumbuh di negeri ini. Lalu, bagaimana muslim menjalani kehidupannya?

Gelombang imigran pada tahun 1990 membuat jumlah penduduk muslim di Finlandia membengkak. Namun ratusan tahun sebelum itu, Islam sudah menggores kisah di Finlandia. Sejarah tersebut terbentang di sebuah pulau di selatan Helsinki.
Tim Jazirah Islam Trans7

Disini terdapat bangunan benteng yang dibangun tahun 1748. Benteng ini masih gagah berdiri hingga kini, lengkap dengan gereja kuno dan rumah persembunyian.

Kini pulau yang dinobatkan sebagai situs warisan dunia ini menjadi tujuan favorit wisatawan di Helsinki. Namun keberadaan komunitas muslim Tatar pada masa itu bersifat ekslusif dan tidak terbuka dengan komunitas lain, sehingga Islam kurang terdengar gaungnya.

Kehadiran para imigran muslim baik pencari kerja maupun suaka yang membuat wajah Islam semakin dikenal di Finlandia, hingga banyak warga asli yang akhirnya tersentuh damainya Islam. Meski muslim tidak dibatasi ruang geraknya, namun kisah mereka tidak selalu indah.

Salah satunya adalah Jannah. Ia mantap mengucap syahadat 6 tahun lalu, walau harus menentang arus. Tidak hanya teman, keluarga pun menjauh darinya. Bahkan lingkungan sekitar pun seakan menolak pilihan hidupnya.

"pada waktu itu sangat sulit. Saya tidak diterima di rumah hampir setengah tahun. Tapi saya tidak berpikir untuk merubah diri saya. Kami tidak bicara dan tidak saling telfon, sampai akhirnya ibu saya menelfon," cerita Jannah.
Tim Jazirah Islam Trans7

Alhamdulillah diantara rintangan yang menghadangnya, Jannah tetap berserah dan istiqomah. Ia tidak surut, justru semakin teguh menjalani keyakinannya.

"Allhamdulilah ada suami saya yang mendoakan dan siap menolong. Saya sempat berpikir saya akan kehilangan segalanya, tapi Allah memberikan sesuatu yang lebih baik. Saya merasa bahagia sekarang, hidup terasa lebih mudah," lanjut Jannah.

Kebahagiaan kini telah menjemput Jannah. Menjadi muslimah, menikah dan menjalani kehidupan di jalan Allah. Ia tidak pernah menyesali masa lalunya, karena itulah yang membuatnya semakin kuat menjalani hidup.

Sehari-hari Jannah sibuk mengikuti kursus. Sempat 29 tahun menjadi guru tari, kini Jannah tekun belajar agar bisa menjadi perawat.

Ia ingin hidupnya berarti bagi banyak orang. Meski cukup jauh jarak rumah Jannah dengan masjid, namun ia selalu meluangkan waktu untuk menjalankan salat Jumat.
Tim Jazirah Islam Trans7

Ada 7 bangunan di Helsinki yang digunakan sebagai masjid, namun tidak ada yang berada di area Jannah tinggal. Ia harus menempuh perjalanan 1 jam dengan transportasi umum.

Dinginnya Helsinki sama sekali tidak mengendurkan langkah Jannah. Kakinya ringan melangkah ke rumah Allah.

Masjid Tawheed di bilangan Roihuvuori didominasi oleh para imigran muslim. Sangat sulit bagi muslim asli Finlandia untuk ibadah salat Jumat karena tidak mendapat ijin dari tempat mereka bekerja.

Rata-rata masjid di Helsinki adalah bangunan biasa yang dialihfungsikan menjadi tempat ibadah. Kebanyakan adalah bangunan sewa yang seringkali terganjal dana, seperti masjid Tawheed ini.

Rumah ibadah dan makanan halal menjadi masalah pokok yang harus dihadapi sehari-hari. Salah satu yang masih menghadapi hal serupa adalah Yasmina.
Tim Jazirah Islam Trans7

2,5 tahun silam Yasmina menjadi muslim. Ibu rumah tangga ini tinggal di kota Vantaa. Tidak ada satupun restoran maupun toko halal tersedia disana. Ia harus ke Helsinki yang berjarak 20 km untuk memenuhi kebutuhan makanan halal.

Serupa dengan Jannah, jalan Yasmina tidak mulus menjadi muslim di Helsinki. Di masa lalu, Yasmina tidak pernah tertarik dengan agama, namun hangatnya Islam membuatnya jatuh hati.

"Saya mengenal Islam dari suami saya. Ia memberitahu banyak tentang Islam, awalnya saya tidak mendengarkan tapi kemudian saya mulai membaca buku-buku dan menonton video-video tentang Islam. Saya berpikir inilah yang saya cari, saya merasakan kedamaian," jelas Yasmina.

Meski mahal harga yang harus dibayar Yasmina, namun ia tidak berpaling. Islam adalah pilihan hatinya demi kebahagiaan yang hakiki.
Tim Jazirah Islam Trans7

Yasmina juga sering menghadiri pengajian di masjid. Pertemuan muslimah ini rutin diadakan satu minggu sekali di hari Jumat. Kebanyakan yang datang adalah imigran muslim dengan beberapa mualaf.

Sadiah Harkonen adalah salah seorang mualaf asli Finlandia sekaligus pembimbing dalam kelas ini. Sudah 6 bulan ini ia selalu meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan.

Mulai dari wacana keislaman, tafsir surah hingga persoalan sehari-hari yang sering dialami muslimah. Baru 4 tahun Sadiah menjadi muslim, namun hatinya sudah terpikat Islam sejak 15 tahun silam.

Meski sudah belasan tahun belajar tentang Islam, bukan berarti tidak ada cobaan mendera. Namun bukan Sadiah jika ia menyerah.

Berkenalan dengan para muslimah di negeri seribu danau ini memang luar biasa. Tantangan dan rintangan yang dihadapi tidak memudarkan semangat mereka. Mencari ridho Allah menjadi yang utama, tidak peduli aral yang melintang.




Kisah selengkapnya saksikan di Jazirah Islam, tayang setiap hari pukul 04.45 WIB di Trans7.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed