'Pos Istirahat Copet', Cara Efektif Tekan Kriminalitas di Terminal Solo

'Pos Istirahat Copet', Cara Efektif Tekan Kriminalitas di Terminal Solo

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 30 Jun 2016 14:54 WIB
Pos Istirahat Copet, Cara Efektif Tekan Kriminalitas di Terminal Solo
Tempat pencopet dan pelaku kriminal dipajang sebelum diserahkan ke polisi (Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Solo - Sudah tiga tahun terakhir Terminal Tirtonadi, Solo, melakukan terobosan dalam menangani tindak pencopetan. Pihak terminal mendirikan pos khusus untuk 'memajang' copet yang tertangkap, sebelum diserahkan kepada polisi. Langkah itu dinilai berhasil menekan angka kriminalitas terutama pencopetan di terminal tersibuk di Jawa Tengah tersebut. Tahun ini pos serupa juga kembali didirikan.

Sebuah tenda berukuran 3x3 meter didirikan sebuah pojok, tak jauh dari tempat penurunan penumpang di Terminal Tirtonadi. Tulisannya besar dan sangat menyolok 'Tempat Istirahat Copet'. Di tempat itulah copet yang tertangkap tangan melakukan aksinya, akan digelandang oleh petugas. Dipaksa berdiri tegak 5 jam, harus rela ditonton dan difoto siapapun yang sedang lewat di depan tenda. Baru setelah itu akan diserahkan kepada polisi.

Posko tersebut selalu didirikan semenjak tahun 2014. Ide semula datang dari Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, yang sering melihat copet jika tertangkap selalu dihakimi massa hingga babak belur namun tetap saja praktik pencopetan marak terjadi. Seolah pelakunya tak pernah jera melakukan kejahatan meskipun telah mendapat kekerasan fisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rupanya langkah ini lebih efektif untuk membuat jera pencopet. Tahun 2014 tertangkap ada seorang pencopet dan kami pajang 5 jam. Tahun 2015 tidak ada yang tertangkap dan laporan pencopetan juga tidak ada. Semoga tahun ini juga tidak ada pencopetan, namun kami tetap memberikan peringatan bahwa yang nekat mencopet di sini akan kami pamerkan kepada khalayak ramai," ujar Kepala Terminal Tirtonadi, Eko Agus Susanto, Kamis (30/6/2016).

Meskipun si pencopet yang tertangkap akan dihukum berdiri selama 5 jam, namun di tenda tersebut tetap disediakan kursi besi kualitas bagus oleh petugas. Rupanya petugas terminal sadar sekali dengan kegemaran atau tren publik saat ini. Kursi tersebut disediakan untuk para penumpang atau calon penumpang yang 'tergoda' untuk melakukan selfie di posko yang cukup unik tersebut.

"Belajar dari tahun-tahun sebelumnya ternyata banyak yang tertarik untuk melakukan selfie dengan latar belakang posko copet ini. Mungkin dianggap lucu atau unik sehingga justru banyak yang iseng-iseng untuk ambil gambar foto dengan latar belakang posko peristirahatan copet yang kami dirikan," lanjut Eko. (mbr/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini