Sebuah tenda berukuran 3x3 meter didirikan sebuah pojok, tak jauh dari tempat penurunan penumpang di Terminal Tirtonadi. Tulisannya besar dan sangat menyolok 'Tempat Istirahat Copet'. Di tempat itulah copet yang tertangkap tangan melakukan aksinya, akan digelandang oleh petugas. Dipaksa berdiri tegak 5 jam, harus rela ditonton dan difoto siapapun yang sedang lewat di depan tenda. Baru setelah itu akan diserahkan kepada polisi.
Posko tersebut selalu didirikan semenjak tahun 2014. Ide semula datang dari Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, yang sering melihat copet jika tertangkap selalu dihakimi massa hingga babak belur namun tetap saja praktik pencopetan marak terjadi. Seolah pelakunya tak pernah jera melakukan kejahatan meskipun telah mendapat kekerasan fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun si pencopet yang tertangkap akan dihukum berdiri selama 5 jam, namun di tenda tersebut tetap disediakan kursi besi kualitas bagus oleh petugas. Rupanya petugas terminal sadar sekali dengan kegemaran atau tren publik saat ini. Kursi tersebut disediakan untuk para penumpang atau calon penumpang yang 'tergoda' untuk melakukan selfie di posko yang cukup unik tersebut.
"Belajar dari tahun-tahun sebelumnya ternyata banyak yang tertarik untuk melakukan selfie dengan latar belakang posko copet ini. Mungkin dianggap lucu atau unik sehingga justru banyak yang iseng-iseng untuk ambil gambar foto dengan latar belakang posko peristirahatan copet yang kami dirikan," lanjut Eko. (mbr/trw)










































