"Adanya RS kecil-kecilan, seperti RS bersalin," jelas Plt Kepala BPOM Teuku Bahdar Johan Hamid dalam jumpa pers di kantornya, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2016).
Menurut dia, sejauh ini total rumah sakit, klinik, serta Puskesmas yang memakai vaksin palsu sudah terdata ada 28 lebih.
"Yang pasti 28 lebih lah. Belum pasti, 37 atau berapa," jelas dia.
Sejauh ini polisi sudah menetapkan 17 tersangka kasus vaksin palsu. Kedua tersangka diketahui masih anak karena menjadi kurir. (dra/dra)











































