Bisa Bikin Macet, Para Pemudik Diingatkan Tak Lama-lama di Rest Area

Bisa Bikin Macet, Para Pemudik Diingatkan Tak Lama-lama di Rest Area

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 30 Jun 2016 12:31 WIB
Bisa Bikin Macet, Para Pemudik Diingatkan Tak Lama-lama di Rest Area
Foto: Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto (Rini Friastuti/detikcom)
Jakarta - Rest area diprediksi menjadi sumber kemacetan saat mudik. Sejumlah strategi disiapkan antara lain dengan memberlakukan contra flow.

"Saya sudah melihat dari apa yang sudah dilakukan stakeholder lain sudah siap, juga seperti rest area sudah diberikan imbauan supaya tidak berlama-lama," jelas Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto usai apel lebaran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Dia menjelaskan, antrean kendaraan menumpuk di rest area saat mudik, mulai dari yang ingin istirahat sampai mengisi bensin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dia sudah cukup beristirahat silahkan lanjutkan perjalanan, jadi nantinya bergantian. Itu akan aktif dilakukan oleh petugas yang ada di rest area," jelas dia.

Sementara terkait pembatasan waktu di rest area dan sanksi yang diberikan menurutnya, saat ini belum akan diberlakukan. Kemungkinan tahun depan baru akan diterapkan.

"Selalu jadi bottle neck saat rest area penuh, walaupun sudah diberi imbauan, walaupun sudah ditutup. Sudah diberikan informasi dari jauh-jauh hari nah tetap saja. Akhirnya langkah berikutnya diberikan mobile toilet itu. Itu menjadi hambatan juga karena itu bottle neck, karena berhentinya di bahu jalan," urai dia.

"Nah yang sekarang dilakukan itu contra flow, menjelang rest area itu diberlakukan contra flow sehingga bisa membuka jalur yang bottle neck itu keluar. Hanya nanti yang membingungkan di mana yang telah masuk contra flow ternyata dia ingin masuk rest area. Nah pada saat itu pemikirannya dilakukan pergantian dan pergantian itu harus dipaksa dan diatur, ya diaturnya dengan sanksi. Seperti waktu jam-jam padat diberikan tiket, jadi kaya parkir gitu, tentunya dengan waktu apa itu 1 jam atau 1,5 jam, tapi itu baru wacana. Saya rasa jika dilakukan secara bersinergi itu membuat orang tidak mau berlama-lama karena takut kena denda," tutup dia.

(mei/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini