Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto menyebut, penembakan tersebut terjadi karena pelaku tersinggung terhadap sikap korban. Pelaku, kata Suyudi, merupakan tamu di kost-kostan tersebut (sebelumnya ditulis penghuni kost,red).
"Motifnya masih didalami, sementara karena pelaku tersinggung dengan korban. Pelaku dan korban sempat terlibat cekcok mulut malam itu," kata AKBP Suyudi usai buka bersama dengan wartawan di Cibinong, Rabu (29/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang didapat, penembakan terjadi ketika Suhendar datang ke lokasi untuk melakukan sweeping karena diduga kost-kostan tersebut dihuni oleh Pekerja Seks Komersial (PSK). Korban yang datang bersama rekannya itu, kemudian berteriak di halaman kost-kostan. Rupanya, teriakan inilah yang kemudian membuat AG tersinggung dan memicu keributan.
"Terjadi keributan antara korban dan saudara AG. Korban kemudian mengacak-acak kamar. Korban dan saudara AG kemudian keluar rumah. Kemudian terdengar letusan," tulis Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (28/6/2016).
Proyektil peluru yang bersarang di kepala korban, kata Kombes Yusri, telah berhasil diangkat oleh tim dokter RS Polri Keramat Jati Jakarta Timur.
"Proyekti berwarna kuning terbuat dari kuningan, ujungnya berlubang diameter proyektil lebih kecil dari proyektil peluru senpi revolver organik," kata Kombes Yusri.
(imk/imk)











































