Menteri Nasir: M Rifqi, Dosen ULM Dipecat karena Terbukti Pakai Ijazah Palsu

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 20:45 WIB
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
Jakarta - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi telah menyelidiki seorang dosen Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, yang diduga menggunakan ijazah palsu. Hasilnya, ijazah S2 dosen itu dinyatakan palsu.

Nasir menyampaikan hal tersebut dalam acara media gathering dan buka puasa bersama di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (29/6/2016). Seluruh direktur jenderal dan jajaran Kemenristekdikti hadir dalam acara itu.

Dalam pidato sambutannya, Nasir menyinggung ada seorang dosen yang menggunakan ijazah palsu, namun dia belum menjelaskan identitas dosen tersebut.

"Ada seorang dosen yang menggunakan ijazah palsu," ujar Menristek Dikti M Nasir singkat tanpa menjelaskan lebih jauh.

Usai acara, wartawan pun bertanya kepada Nasir soal identitas dosen tersebut. Mantan Rektor Undip itupun memberi penjelasan.

"Sudah dilakukan (penyelidikan -red), ijazah S3-nya dari Universitas Brawijaya saya suruh tarik," kata Menristekdikti Muhammad Nasir.

Dosen itu bernama M Rifqinizamy, pengajar di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat. Dia memalsukan ijazah S2-nya dari National University of Malaysia. Nah, ijazah S2 palsu itu digunakan untuk mendaftar kuliah S3 di Universitas Brawijaya.

Oleh Universitas Brawijaya, Rifqinizamy diterima hingga menyelesaikan disertasinya, kemudian bisa menjadi dosen di Universitas Lambung Mangkurat. Belakangan, ijazah S2-nya diketahui palsu, karena dia tak pernah menyelesaikan studinya di University of Malaysia.

"Palsu, kami sudah konfirmasi kepada universitasnya, minta tim yang mencari. Setelah itu diputuskan ijazahnya ditarik," ujar Nasir.

Sebagai hukuman awal, Nasir mengatakan, Rifqinizamy tidak boleh lagi menjadi dosen di universitas tersebut.

"Harus dikeluarkan dari Universitas Lambung Mangkurat. Enggak boleh mengajar lagi, kita pecat!" urainya.

detikcom menghubungi Rifqinizamy dua pekan lalu. Rifqinizamy membantah telah memalsukan ijazah. Dia mengatakan ijazah S2 yang didapatnya dari University of Malaysia sudah mendapat pengesahan dari Dikti.

"Seluruh proses itu sudah dijalankan, jadi saya juga sudah mendapatkan bukti dari Dikti, sudah disahkan oleh Dikti. Jadi, kuliah di Malaysia, bisa dikonfirm saya selesai, dan pembimbing saya dr Nuriyah Hasan cukup dikenal, punya reputasi di sana," ujar Rifqinizamy.

Rifqinizamy mengakui dia tak mengurus sendiri ijazah, melainkan dibantu teman-temannya. Namun sekali lagi dia menegaskan ijazah itu sudah disahkan oleh Dikti.

"Dibantu teman-teman saya. Tapi langsung disahkan oleh rektorat di Dikti. Betul saya kira, itu yang saya bisa konfirmasi," tutur Rifqi.

(idh/tor)