Kemenangan ini merupakan sejarah karena saat itu Mongol (Tartar) telah menguasai banyak daerah Islam dan bahkan menjatuhkan Khilafah Abbasiah.
Pertempuran ini berawal dari ambisi Hulaku (Hulega), cucu Genghis Khan, yang berniat menaklukkan Mesir dan Maghribi setelah ekspansi Mongol meluas sampai ke wilayah Gaza. Hulaku mengirim kurir untuk mengantarkan surat ancaman kepada Mahmud Saifudin Quutz selaku penguasa wilayah Mesir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perang Ain Jalut menjadi tempat pertama kali dipakainya senjata mutakhir berupa peluru bubuk mesiu pada tombak api dan meriam genggam yang disebut "midfa". Berkat semangat juang yang tinggi akhirnya perang dimenangkan oleh Sultan Quutz.
Kemenangan Sultan Quutz juga berkat dukungan ulama di garis belakang, yaitu Syekh-ul-Ulama' Al-Izz bin AbdisSalam. Sang ulama mengobarkan semangat, menyerukan kepada kaum muslimin untuk berjihad, melalui mimbar-mimbar masjid. Ia juga menyerukan kepada rakyat untuk menyediakan perlengkapan perang. (slh/ega)











































