Sosialisasi 4 Pilar di Lampung, Ketua MPR Ingatkan Semangat Gotong Royong

Sosialisasi 4 Pilar di Lampung, Ketua MPR Ingatkan Semangat Gotong Royong

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 14:58 WIB
Sosialisasi 4 Pilar di Lampung, Ketua MPR Ingatkan Semangat Gotong Royong
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke Kabupaten Pringsewu, Lampung Selatan. Dalam sosialisasi 4 pilar di depan jemaah LDII Pringsewu, Zulkifli mengingatkan semangat gotong royong yang dicerminkan 4 pilar kebangsaan.

"Apa itu Pancasila, kalau lah Pancasila itu dijadikan satu kata maka terjadilah dia kata-kata yang pasti indonesia, apa itu? Gotong royong, jadi Pancasila kalau diungkapkan namanya gotong royong, musyawarah, mufakat. Dua-duanya ini adalah kasih sayang," kata Zulkifli, di Masjid LDII Pringsewu, Lampung Selatan, Rabu (29/6/2016).

Pancasila menurut Zulkifli adalah perilaku manusia yang dilaksanakan secara turun temurun yang menyangkut nilai-nilai. Serta perilaku manusia yang disinari cahaya illahi yang menjadikan manusianya memegang teguh aturan tuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau dia orang islam begitu dzuhur solat, begitu puasa ya puasa, itu Pancasilais. Kalau anak muda islam, juara olimpiade itu Pancasila, tapi kalau anak-anak sekolah bandel, tawuran itu bukan Pancasila," ujar Zulkifli.

"Kalau perilaku manusia yang disinari cahaya illahi maka dia akan mengikat dengan adil dan beradab. Saling menghargai, saling menghormati, empati, tenggang rasa, kalau yang satu maka yang ketiga akan mengikuti perilaku yang tutur katanya santun, tindakannya karena simpatik, ucapannya sejuk bukan menghasut, bukan makian, tapi ungkapan-ungkapan yang mendamaikan sehingga mampu melahirkan persatuan, bukan perpecahan," imbuh Zulkifli.

Dalam sosialisasi ini, Zulkifli juga menjelaskan terkait makna Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zulkifli memaparkan bahwa NKRI adalah persatuan dari keberagaman rakyat Indonesia sehingga tidak boleh ada perpecahan.

"Misal kalau dia bukan orang Jakarta tapi mau jadi Gubernur boleh dong. Misal ada orang Jateng tinggal di Lampung boleh nggak jadi Bupati Pringsewu, boleh. Itu maksudnya NKRI, mau dari Jawa, Sumatera, Papua, Padang, kalau dia tinggal di Lampung haknya sama. Jadi kalau ada orang ribut itu bukan Pancasilais," ujar Zulkifli.

(van/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads