176 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Jokowi: Angka yang Sangat Besar Sekali

176 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Jokowi: Angka yang Sangat Besar Sekali

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 11:52 WIB
176 Kapal Pencuri Ikan Ditenggelamkan, Jokowi: Angka yang Sangat Besar Sekali
Foto: Ray Jordan/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo mengaku senang dengan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) dalam menumpaskan masalah illegal fishing di perairan Indonesia. Hingga kini, sudah ada 176 kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan.

"Saya tadi bisik-bisik ke Menteri KKP (Susi Pudjiastuti), berapa yang sudah ditenggelamkan? 176 kapal. Ini angka coba bandingkan dengan negara yang lain. Angka yang sangat besar sekali," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2016).

Jokowi mengatakan selama ini ada sekitar 7.000 kapal pencuri ikan yang lalu lalang di perairan Indonesia. Untuk itu perlu ada upaya tegas agar kapal-kapal itu tidak berani mencuri ikan di laut Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bertahun-tahun tidak pernah mereka dijamah oleh hukum kita. Berapa setiap hari lalu lalang illegal fishing sebelumnya? 7.000. Paling sedikit 7.000 kapal. Kenapa enggak tertangani? Ya karena belum ada kekompakan antar aparat-aparat kesatuan kita," kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan yang paling penting saat ini adalah bagaimana hasil ikan di Indonesia bisa dikelola denga baik secara modern.

"Ini yang paling penting. Sekarang bagaimana menyiapkan industri perikanan kita, menyiapkan kemaritimian kita agar semua terjaga. Menyiapkan infrastrukturnya, menyiapkan budaya kemaritiman kita, menyiapkan sisi pertahanan agar sumber daya laut kita betul-betul bisa kita jaga, bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," katanya.

"Saya ingin agar Satgas 115 bisa menyatukan semua sumber daya negara dan diberdayakan semuanya untuk menyelematkan sumber daya maritim Indonesia. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Perkuat kerjasama, perkuat sinergi antar lembaga. Hal seperti ini jangan pernah berhenti. Konsistensi itu akan menjadikan kebiasaan, kebiasaan baik kita dan nanti akan menjadi sebuah budaya kerja," tambah Jokowi. (rjo/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads