Cari Tahu Asli Apa Palsu, Vaksin di 28 Layanan Kesehatan Diamankan BPOM

Cari Tahu Asli Apa Palsu, Vaksin di 28 Layanan Kesehatan Diamankan BPOM

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 29 Jun 2016 06:13 WIB
Cari Tahu Asli Apa Palsu, Vaksin di 28 Layanan Kesehatan Diamankan BPOM
Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan vaksin dari 28 layanan kesehatan. Vaksin-vaksin tersebut selanjutnya akan diteliti keasliannya.

"Hasil tindak lanjut kami telah diamankan dari 28 Sarana Pelayanan Kesehatan (Saryankes) dari 9 cakupan pengawasan Balai POM. Saat ini sampel itu masuh dalam proses verifikasi dan pengujian untuk lihat keaslian produk," kata Pelaksana Tugas Kepala BPOM Tengku Bahdar Johan Hamid di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016).

Badar menjelaskan, pihaknya telah sejak 23 Juni 2016 melakukan antisipasi terhadap peredaran vaksin palsu ini. Selain itu telah juga memerintahkan seluruh sarana Balai Besar dan Balai POM Indonesia memeriksa dan menelusuri kemungkinan adanya vaksin palsu yang berasal dari sumber tak resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Baca juga: Kemenkes dan BPOM Didesak Pastikan Vaksin yang Kini Beredar di RS adalah Asli)

"Kami sudah memerintahkan kepada sarana distribusi untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pendistribusian dan sumber produk yang disalurkannya serta memastikan sarana memesan adalah sarana resmi memiliki kewenangan dan masih aktif melakukan pelayanan," ungkap Badar.

Tahun 2008 Badan POM menemukan vaksin Anti Tetanus Serum (ATS) palsu. Namun temuan pada 2008 itu sedikit, dan kasus ditutup.

"Kami sebenarnya ketemu 2008. Temuan waktu itu ada ATS palsu. Tetapi waktu itu karena sedikit ditindaklanjuti dan kasus ditutup," ujar Badar.

Lima tahun kemudian, tepatnya 2013, BPOM kembali menemukan vaksin palsu. "Di 2013 ditemukan peredaran vaksin palsu dan diketahui vaksin palsu melalui sarana tidak berwenang. Bukan pedagang besar farmasi dan ini sudah kita masukan ke dalam jalur hukum," tuturnya.

Pada waktu itu, kata Badar, dilakukan pengejaran dan penangkapan. Ada dua orang yang diduga sebagai pelaku pembuatan vaksin palsu. Satu orang berhasil melarikan diri, satunya tertangkap.

(Baca juga: Badan POM Soal Vaksin Palsu: Sejak 2013 Kami Sudah Beri Peringatan)

(rna/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads