BPOM Beberkan Seleksi Ketat Vaksin Sebelum Diedarkan

BPOM Beberkan Seleksi Ketat Vaksin Sebelum Diedarkan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 28 Jun 2016 16:54 WIB
BPOM Beberkan Seleksi Ketat Vaksin Sebelum Diedarkan
PLT Kepala Badan POM Bahdar Johan memberikan keterangan pers mengenai vaksin palsu di kantor BPOM, Jakarta, Selasa (28/6/2016). (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara soal terbongkarnya penjualan vaksin palsu. Pelaksana Tugas Kepala BPOM Tengku Bahdar Johan Hamid memastikan bahwa pihaknya melakukan pengawasan yang ketat dalam peredaran vaksin di tanah air.

Menurut Bahdar, vaksin adalah produk biologi yang paling beresiko dan sangat diperlukan. Vaksin tidak hanya meninggalkan bahaya tetapi juga bisa menimbulkan kecacatan kalau tidak berfungsi dengan baik. "BPOM melakukan pengawasan secara serius dan ketat (peredaran vaksin) bahkan lebih ketat dari obat biasa," kata dia saat memberikan keterangan pers di kantor BPOM jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016).

Sebelum dipasarkan, semua vaksin terlebih dulu akan dievaluasi oleh BPOM. Bila dinyatakan lolos, maka vaksin tersebut boleh diedarkan. "Yang lolos evaluasi hanya dapat beredar di Indonesia. Itu kami nilai kemanan khasiat dan mutunya," kata Bahdar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sedangkan pengawasan posmarket kami melakukan safety produk sebelum beredar. Misalnya distribusi utamanya dan jaringan pelayanan kesehatan. kedua kita cek CPOB (Cara pembuatan obat baik) sedangkan kita juga menjaga cara distribusi obat yang baik dan jamin rantai dinging," tambah Bahdar.

Rantai dingin adalah cara yang dilakukan untuk menyimpan vaksin di tempat dingin agar tidak rusak. "Jadi vaksin itu walau dia bermutu kalau disimpan tidak pada tempat dingin dia akan rusak maka kami menjamin produk ini disimpan di rantai dingin. Kami juga melakukan pemantauan efek samping kami melakukan sendiri dan kerja sama dengan Depkes," papar Bahdar.

Lalu mengapa beredar vaksin palsu?

"Kami mengaku salah dan kami akan atasi itu," tegas Bahdar. (erd/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini