Warga Solo Lepas Jokowi, Akankah Warga Surabaya Melepas Risma?

Panasnya Pilgub DKI

Warga Solo Lepas Jokowi, Akankah Warga Surabaya Melepas Risma?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 28 Jun 2016 14:16 WIB
Warga Solo Lepas Jokowi, Akankah Warga Surabaya Melepas Risma?
Foto: Megawati dan Risma di Taman Harmoni (Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Jakarta - Bicara soal Pilgub DKI, tak bisa lepas dari fenomena Jokowi yang berangkat jadi Wali Kota Solo kemudian sukses di Pilgub DKI 2012, dan kini duduk di kursi RI 1 setelah memenangkan Pilpres 2014. Awalnya warga Solo tak mau melepas wali kotanya itu, namun Jokowi tetap maju dan nyatanya sukses di panggung politik hingga kini.

Awalnya Jokowi selalu menjawab 'nggak mikir' dan ingin fokus di Solo saat didorong-dorong maju Pilgub DKI. Namun setelah PDIP mengambil sikap, Jokowi pun langsung siap menjalankan amanah partai.

"Maju di Pilgub DKI itu wajar saja. Ini bukan keinginan pribadi saya, tapi tugas partai. Demi menjalankan amanah untuk negara," kata Jokowi saat berbincang dengan detikcom, Rabu (21/3/2012) silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu keputusan Jokowi meninggalkan Solo dan maju Pilgub DKI dikritik Ketum Hanura Wiranto. Wiranto menyebut Jokowi sebagai 'kutu loncat', ia dianggap mengingkari komitmen politik setelah terpilih di daerah asalnya.

"Ini bukan soal Jokowi ingkar janji. Saya hanya melaksanakan mandat bukan untuk mencari kekuasaan di Jakarta," jawab Jokowi saat itu.

Jokowi mengaku kala itu warga Solo ingin ia tetap di Solo. Namun ia kemudian menjelaskan kepada warga Solo dan akhirnya rela melepasnya ke Pilgub DKI.

"Tentu saja mereka ingin saya tetap di Solo, tapi setelah saya jelaskan mereka sadar ini tugas negara, mereka memberi dukungan penuh. Mereka sudah rela melepas saya dengan bangga," imbuhnya.

Singkat cerita Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sukses memenangkan Pilgub DKI. Tak lama kemudian Jokowi kembali maju di Pilpres 2014 dan kembali naik jadi Presiden. Nah Wiranto yang kala itu mengkritik kini membawa Hanura jadi parpol pendukung Jokowi-JK.

Itu hanya sekelumit kisah bagaimana kepala daerah sukses seperti Jokowi bisa menatap kursi Gubernur DKI bahkan Presiden. Lalu apakah jalan yang sama bisa ditempuh Risma yang kini didorong-dorong maju Pilgub DKI?

Sama seperti Jokowi, Risma juga terus menolak dorongan maju Pilgub DKI. Ia bahkan sudah bicara langsung ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait sikapnya tak mau diusung di Pilgub DKI. Namun menurut sejumlah elite PDIP, pada akhirnya tak ada satu pun kader yang bisa menolak perintah partai. Apalagi saat ini PDIP tengah berjuang mencari cagub DKI yang bisa memenangkan pertarungan berat dengan cagub incumbent .

Nah di saat dukungan semakin kuat, Risma bicara soal restu warga Surabaya. Kalau mau meminangnya, Risma mempersilakan meminta izin warga Surabaya terlebih dahulu.

"Ya nanti tanya ke warga Surabaya, jangan ke saya," tegas Risma di rumah dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam, Senin (27/6/2016).

Menurut Risma, dirinya sudah berjanji pada warga Surabaya ketika dilantik dan ia ingin menghormati serta menjalankan amanah yang sudah diberikan warga padanya.

"Aku sudah sumpah kemarin waktu dilantik," imbuhnya.

Lalu apakah warga Surabaya juga akan 'merestui' jika benar Risma mendapat surat tugas dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju Pilgub DKI?

(van/trw)


Berita Terkait