Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Bay M Hasani, menyebut jumlah pemudik tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 lalu. Hal ini disebabkan semakin tingginya minat pemudik yang memilih menggunakan jasa pesawat terbang.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Bay M Hasani, menyebut jumlah pemudik tahun 2016 mengalami penurunan 5 persen (Foto: Nugroho/detikcom) |
"Ada penurunan sekitar 5 persen. Salah satu faktornya jasa penerbangan kita kan semakin meningkat sehingga arus mudik menggunakan jasa pesawat lebih tinggi. Tak hanya itu banyak yang menggunakan jasa layanan mudik gratis juga menjadi faktor penyebab ada penurunan di Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Bay Hasani kepada detikcom, di Terminal Pemberangkatan Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (28/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan penumpang menunggu KM Umunisi tujuan Kijang, Kepulauan Riau. (Foto: Nugroho/detikcom) |
"Tetap kami siapkan kapal angkutan, takut ada lonjakan signifikan. Pemudik yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok didominasi ke wilayah barat seperti Kijang, Pangkal Pinang," katanya
Sementara pantauan di lokasi di terminal pemberangkatan penumpang pelabuhan terlihat ratusan penumpang yang tengah menunggu KM Umunisi tujuan Kijang, Kepulauan Riau. Mereka nampak membawa tas berukuran besar dan tak sedikit pula penumpang yang membawa balita. (aan/aan)












































Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Bay M Hasani, menyebut jumlah pemudik tahun 2016 mengalami penurunan 5 persen (Foto: Nugroho/detikcom)
Ratusan penumpang menunggu KM Umunisi tujuan Kijang, Kepulauan Riau. (Foto: Nugroho/detikcom)