Puncak Arus Mudik di Bandara Kualanamu Diprediksi Terjadi Pada H-4 Lebaran

Puncak Arus Mudik di Bandara Kualanamu Diprediksi Terjadi Pada H-4 Lebaran

Jefris Santama - detikNews
Selasa, 28 Jun 2016 12:11 WIB
Puncak Arus Mudik di Bandara Kualanamu Diprediksi Terjadi Pada H-4 Lebaran
Bandara Kualanamu (Foto: Eduardo Simorangkir)
Medan - Jelang lebaran 2016, Bandara Kualanamu di Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan secara umum belum terjadi kepadatan penumpang dan masih normal. Diprediksi, kepadatan penumpang atau puncak arus mudik terjadi di H-4 lebaran nanti.

"Puncak arus mudik di Bandara Kualanamu diprediksi pada Sabtu, 2 Juli 2016 atau H-4 lebaran," kata Pelaksana Tugas Manager Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto kepada detikcom, Selasa (28/6/2016).

Wisnu menyatakan, meski kepadatan penumpang belum terjadi, namun demikian pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antisipasi itu, kata Wisnu tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini, PT Angkasa Pura II Kanor Cabang Bandara Kualanamu membuat posko terpadu. Posko terpadu yang bertugas terdiri dari beberapa instansi, PT Angkasa Pura II, Otoritas Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kepolisian dari Polres Deliserdang dan Pembab Deliserdang.

"Posko terpadu tersebut didirikan pada H-10 hingga H+12 lebaran yang berlokasi di Terminal Kedatangan," ujar Wisnu.

Ia menuturkan, adapun tugas utama dari Posko Terpadu itu yakni memantau seluruh kegiatan arus mudik dan balik dalam lebaran. Selain itu, juga mendata seluruh aktifitas penumpang dan penerbangan.

"Kemudian, juga menjamin keselamatan, keamanan hingga kenyamanan dari pengguna jasa kebandarudaraan dan penerbangan," jelasnya.

Wisnu menambahkan, saat ini pihaknya sudah menerima jadwal penerbangan. Penambahan penerbangan yang diterimanya itu yakni penerbangan Internasional Silk Air dan Jet Star.

"Sementara, untuk penerbangan domestik yaitu Citilink, Sriwijaya dan Air Asia. Kalau puncak nanti, diperkirakan penumpang mencapai 26 ribu orang," tutupnya. (trw/trw)


Berita Terkait