BBPOM Pekanbaru Temukan Vaksin Terindikasi Palsu

BBPOM Pekanbaru Temukan Vaksin Terindikasi Palsu

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 27 Jun 2016 17:56 WIB
BBPOM Pekanbaru Temukan Vaksin Terindikasi  Palsu
Foto: Ilustrator Andhika Akbarayansyah
Pekanbaru - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan dua jenis vaksin terindikasi palsu. Vaksin ini didapat dari apotek dan klinik.

Demikian disampaikan Kepala BBPOM Pekanbaru, Indra Ginting kepada wartawan, Senin (27/6/2016). Indra menjelaskan, pihaknya mengambil barang bukti dugaan vaksin palsu dari 41 lokasi klinik dan apotek.

"Dua vaksin tersebut, adalah, vaksin anti tetanus serum (ATS) dan vaksin anti bisa ular," kata Indra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pihak BBPOM belum bisa memastikan soal vaksin tersebut. Untuk membuktikan palsu atau tidaknya, barang bukti sampel akan dikirim ke BPOM di Jakarta. Paling tidak membutuhkan waktu sepekan ke depan.

"Indikasi palsu yang kita maksud, karena tidak jelasnya jalur distribusi vaksin tersebut," kata Indra.

Terkait beredarnya vaksin palsu, menurut Indra, sebenarnya pengawasan dan monitoring juga tanggung jawab Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Hanya saja ada kesan, tim monitoring Dinas Kesehatan Riau sampai ke kabupaten kurang maksimal untuk melakukan pengawasan.

"Soal pengawasan ini kan tugas juga ada di dinas kesehatan. Karenanya kita harus sama-sama dan saling koordinasi terkait pengawasan dan monitoring ini," kata Indra.

Sekadar diketahui, berdasarkan penyelidikan polisi, polisi menyebut peredaran vaksin palsu sudah sampai di kota-kota di 6 provinsi. "Peredarannya di Medan (Sumut), Yogyakarta, Semarang (Jateng), Jakarta, Banten, dan Jawa Barat," ujar Direktorat Tipideksus Mabes Polri Brigjen Agung Setya di Jakarta. Masih diselidiki apakah vaksin sejenis juga beredar di daerah lain. (cha/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads