detikcom sempat menengok ke dalam toko suvenir ini di Jalan Percetakan Negara, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016). Toko itu masih digaris polisi di pagar. Pintu masuk utama ditutup.
pecahan kaca yang masih berserak di lantai |
Kaca-kaca toko di bagian pintu depan terlihat pecah dan retak. Puing-puing kaca masih berserakan di lantai. Tidak terlihat lagi barang jualan yang bisanya dipajang di dalam toko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika penyerangan terjadi, Mochtar tidak ada di tempat. Saat itu toko dijaga anaknya. Dia mengetahui adanya penyerangan setelah pulang dari salat tarawih di masjid.
"Saat pulang saya lihat banyak orang yang nonton. Begitu saya lihat, toko sudah hancur semua," ujar Mochtar.
Mochtar pemilik toko suvenir Persija |
Mochtar menyebut selain serangan ke toko miliknya, tidak ada barang-barang miliknya yang hilang termasuk uang. "Tidak ada yang dijarah dan tidak ada yang diambil," ujarnya.
Sekarang barang dagangannya dipindahkan ke rumah pribadi miliknya yang berada di belakang toko 'Crazy Orange Distro'.
Kasubag Humas Polres Jakpus Kompol Suyatno sebelumnya mengatakan pelaku yang berjumlah sekitar 10 orang itu datang dengan menggunakan sepeda motor RX King dan memakai helm. Para penyerang datang sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (25/6) dan langsung masuk ke dalam toko sambil membawa senjata tajam berupa pedang. Mereka juga mengacung-acungkan senjata yang diperkiran senjata api.
![]() |
Polisi saat ini masih menyelidiki dugaan ada keterkaitan atau tidaknya dengan kerusuhan suporter Jakmania di Stadion GBK pada Jumat (24/6) malam.
"Masih diselidiki apakah ada benang merahnya atau tidaknya. Ini semua masih kami dalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono saat dikonfirmasi terpisah. (tfq/nrl)

pecahan kaca yang masih berserak di lantai
Mochtar pemilik toko suvenir Persija