"Masalah ini kan (vaksin palsu) dahulu juga sering terulang. Kalau menurut saya sistemnya sudah benar, sudah ada. Ini satu keteledoran dari pengawasan Badan POM saya pikir," kata Akom di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2016).
Dia meminta Komisi IX lebih konsen terhadap masalah vaksin ini. "Yang penting kita mengingatkan. Komisi IX pada saat mendatang pasti akan, harus mendalami hal itu dengan baik," urai Akom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akom juga menyayangkan peredaran vaksin palsu terjadi berulang kali. Dia mengingatkan akan dampak buruk bagi penyebaran vaksin palsu.
"Ini menyangkut kesehatan masyarakat, dampak buruknya juga akan luas di masyarakat," tutupnya. (tor/tor)











































