Ini Peralatan dan Barang yang Disita dari Rumah Pasutri Vaksin Palsu di Bekasi

Ini Peralatan dan Barang yang Disita dari Rumah Pasutri Vaksin Palsu di Bekasi

Indra Subagja - detikNews
Minggu, 26 Jun 2016 18:03 WIB
Ini Peralatan dan Barang yang Disita dari Rumah Pasutri Vaksin Palsu di Bekasi
Foto: Istimewa
Jakarta - Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina sudah menjadi tersangka kasus vaksin palsu yang beredar di beberapa klinik dan rumah sakit di kawasan Jabodetabek. Keduanya tinggal di sebuah rumah di Kemang Pratama Regency, Bekasi.

Setelah pasutri ditangkap polisi, rumah mewah itu kosong.

Dok. Istimewa


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktorat Tipid Eksus Bareskrim Polri juga sudah menggeledah rumah itu. Menurut Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya, Minggu (26/6/2016), sejumlah peralatan disita dari rumah kedua tersangka tersebut.

Ada alat press untuk kemasan botol vaksin. Alat itu kini sudah dibawa ke Bareskrim Polri. Kemudian juga ada kemasan vaksin palsu yang disimpan tersangka di rumahnya.

Penyidik juga menyita buku tabungan, kunci mobil, uang tunai, serta beberapa barang lainnya.

Dok. Istimewa


Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyebut peredaran vaksin palsu ini sudah sampai ke Yogyakarta.

"Sekarang masih dalam pengembangan, kalau tidak salah kemarin ke Jogja juga ada. Tapi saya belum tahu hasilnya apa," kata Badrodin di Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (26/6/2016).

Badrodin mengakui jaringan pembuat dan pengedar vaksin palsu sudah lama beroperasi. Oleh karena itu, Kapolri berjanji akan mengungkap semua jaringan pembuat vaksin palsu.

Rumah pasutri di Kemang Pratama Regency yang kini kosong (Chico-detikcom)


Sementara itu, Menkes Nila Moeloek mengatakan bahwa sebenarnya jaringan pembuat vaksin palsu sudah pernah terungkap sebelumnya. Kini, Kemenkes sedang mengumpulkan data, rumah sakit mana saja yang diduga menggunakan vaksin palsu.

"Ini dulu kan pernah terungkap, sekarang masih didata (RS yang menggunakan vaksin palsu)," tutur Menkes. (dra/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini