Gubernur Aher Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Vaksin Palsu di Jabar

Kasus Vaksin Palsu

Gubernur Aher Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Vaksin Palsu di Jabar

Masnurdiansyah - detikNews
Minggu, 26 Jun 2016 17:45 WIB
Gubernur Aher Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Vaksin Palsu di Jabar
Gubernur Aher (Foto: Dikhy Sasra)
Bandung - Sejumlah orang diamankan dari Jawa Barat terkait kasus vaksin palsu. Gubernur Ahmad Heryawan meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Dia juga meminta agar Dinas Kesehatan serius mengawasi.

"Serahkan sama polisi, usut kasus ini mana saja yang menggunakan vaksin palsu. Jangan ada yang kecolongan, hati-hati ini vaksin bodong," kata Aher saat ditemui di Rumah Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/6/2016).

Aher mengaku belum menerima laporan terkait adanya temuan vaksin palsu di wilayahnya. Dinas Kesehatan diharap dapat mengambil langkah-langkah untuk menelusuri dan mencegah vaksin palsu tersebut agar tidak meluas. "Mereka sudah paham apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mencari ini," terangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aher meminta seluruh petugas kesehatan agar mengetatkan lagi proses penyediaan vaksin. Karena pengguna vaksin selama ini berada di kalangan khusus seperti rumah sakit atau petugas pemerintah yang menaungi tugasnya dalam bidang kesehatan.

Selama ini dalam pengadaan vaksin, kata Aher, pemerintah selalu mengambil dari tender dengan mekanisme yang jelas.

"Pasti vaksin yang benar yang didapat kalau proses dan mekanismenya secara benar juga, dana dari pemerintah melalui tender, ada penelitian juga, tidak kayak beli gorengan di pinggir jalan. Jabar kan penghasil vaksin karena Bio Farma-nya saja berada di sini, kalau sudah ada pembuatannya di sini ambillah dari sumbernya (Bio Farma) langsung," ungkapnya.

Saat ditanya adakah laporan dari masyarakat yang terkena dampak dari penggunaan vaksin bodong itu, Aher belum mengetahui pasti. Namun Aher meminta kepada semua masyarakat agar hati-hati pada saat memberikan dan menggunakan vaksin.

Sejumlah tersangka kasus vaksin palsu diamankan dari Bekasi, Jawa Barat. Kecurigaan pertama adanya vaksin palsu ini juga muncul dari provinsi ini, tepatnya dari sebuah rumah sakit di Bogor.

(nrl/nrl)


Berita Terkait