Kepala BBPOM Bandung Abdul Rahim menjelaskan, jenis vaksin untuk bayi yang diamankan petugas di antaranya hepatitis B, yodium, BCG. "Masing-masing jenis vaksin itu jumlahnya bervariasi, tapi totalnya ada sekitar 65 buah," ujar Abdul melalui sambungan telepon, Minggu (26/6/2016).
Abdul mengaku, pihaknya mencurigai keberadaan vaksin bayi itu lantaran rumah sakit dan klinik tersebut membelinya melalui distributor tidak resmi. Biasanya untuk vaksin diproduksi oleh distributor berbentuk PT bukan CV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telusuri distributor itu dan jangan sampai dari yang ilegal," ucap dia.
Sebetulnya, kata Abdul, pemerintah sudah menghitung seluruh kebutuhan vaksin di Jabar. Ia menilai pasokan vaksin dari penyalur resmi itu cukup. Dinkes Jabar menerima vaksi dari penyalur resmi berdasarkan permintaan kemudian diedarkan ke rumah sakit kota/kabupaten.
"Ketika RS swasta mau, bisa diberikan secara gratis dengan pencatatan yang baik dan pelaporan yang benar," ujar Abdul.
Vaksin Campak Hingga Polio Palsu Terbongkar Setelah Rumah Sakit di Bogor Curiga
Kasus vaksin palsu sendiri terbongkar berkat kecurigaan sebuah rumah sakit di Bogor. "Ini mulai dari para pengguna dalam hal ini rumah sakit di daerah Bogor, yang mencurigai kiriman vaksin yang diterima mencurigakan. Setelah ditelusuri ditemukan distributor dan apotek yang sengaja mengedarkan vaksin palsu," jelas Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya yang membongkar kejahatan ini, Rabu (22/6/2016).
(nrl/nrl)











































