"Apabila kita bicara negara, berarti kita bicara ke depan. Terus terang dunia rasa-rasanya tidak banyak berita gembira. Hampir semua berita duka. Eropa, berita Brexit, ke Timur Tengah lebih banyak lagi berita dukanya. Di Amerika tinggal waktunya crash. Di China tinggal tunggu waktu juga kesulitannya, kita juga harus mengatasi masalah-masalah ekonomi kita," ujar JK dalam sambutannya saat berbuka puasa bersama di Jenggala Center, Jl Ciamis 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2016).
Pemerintah menurut JK saat ini terus berupaya merealisasikan janji program kerja yang dicanangkan. Khusus di bidang perekonomian, pemerintah juga kerja ekstra menghadapi perlambatan ekonomi yang juga terjadi di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah sambungnya harus memastikan ketimpangan sosial ekonomi masyarakat bisa diatasi. Karena itu program-program pro rakyat perlu didorong untuk menciptakan keadilan ekonomi di masyarakat.
"Ada upaya enterpreunuer, peningkatan moral, pendidikan...Yang penting semuanya terpenuhi, kebutuhan pokoknya, keadilan dan harapannya. Kita sudah bukan tahap berjanji, tapi tahap membuktikan. Karena apa pun masyarakat ingin pembuktian yang baik. Bulan-bulan ini memang bulan-bulan tantangan. Tantangan-tantangan yang harus diperbaiki. Jangan sampai pendapatan warganya menurun tapi harga barang naik," paparnya.
"Yang terpenting suatu negara menjalankan negaranya dengan benar, pemerintahnya menggerakan rakyatnya," sambungnya.
Selain itu, JK mengatakan, Indonesia perlu mempelajari terpuruknya kondisi ekonomi dan sosial di sejumlah negara agar tidak mengalami hal yang sama. JK mencontohkan kondisi di negara Venezuela, Irak termasuk Libya terkait pengelolaan kekayaan alam.
"Karena kekayaan itu suatu saat akan habis. Artinya adalah bagaimana membina persatuan ini. Kita sudah di jalan yang baik menjaga persatuan ini. Indonesia sebagai (negara) plural harus menjaga satu sama lain. Di sini mayoritas Islam tapi kalau kita kampanye dimunculkan Bali yang Hindu, Borobudur yang Buddha," sambung JK menekankan pentingnya kerukunan antar umat beragama.
(fdn/fdn)











































