"Sudah dilaksanakan hasilnya negatif cuma ada satu sopir yang melarikan diri, mungkin takut terindikasi sehingga penumpangnya ditelantarkan," ujar Kepala BNNP Sulteng Djoko Marjatno dalam keterangannya, Sabtu (25/6/2016).
"Pada saat kita uji dadakan, kita pakai atribut BNN yang bersangkutan menghindar. Kita tanyakan mana sopirnya sudah melarikan diri, kernetnya ada. Tapi memang fokusnya kita ke pengemudi karena itu membawa keselamatan penumpang, berkaitan dengan arus mudik dan mendadak," imbuh Djoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sidak menurut Djoko dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat saat arus mudik, khususnya transportasi darat.
Dari 25 orang sopir dan kernet yang menjalani tes urine semuanya dinyatakan negatif. Setelah melakukan tes urine, BNNP Sulteng melakukan kampanye stop narkoba dengan menempelkan stiker stop narkoba di dalam bus tersebut.
"Kami juga menempelkan stiker anti narkoba untuk mengingatkan pesan moral agar tidak menggunakan narkoba," ujar Djoko. (fdn/fdn)










































