"Saya sebenarnya nggak ikut rusuh. Saya waktu rusuh langsung keluar naik ke Metromini," ujar Andri yang masih kuliah dan batal ikut ujian hari ini, di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/6/2016).
Penjemputan hanya boleh dilakukan oleh orangtua (Zia/detikcom) |
Menurut Andri, karena belum melihat teman-temannya masuk ke Metromini, dia mencari teman-temannya dengan berkeliling GBK. Namun kemudian dia ditangkap polisi.
"Pas keliling GBK saya digiring ke Polda Metro Jaya. Saya baru kali ini nonton Persija, saya diajak teman," kata Andri.
Andri dijemput kedua orangtuanya dari Depok (Zia/detikcom) |
Saat diamankan di Polda Metro Jaya, Andri ditanya polisi soal kerusuhan di GBK Jumat (24/5/2016) malam. Namun dia diam saja karena dia tidak tahu kerusuhan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum diperbolehkan Pulang, anak-anak harus berfoto dulu (Zia/detikcom) |
Andri kemudian keluar dari Polda Metro Jaya bersama ayah dan ibunya. Mereka menumpang angkutan umum untuk pulang ke depok.
Rusuh di GBK Jumat malam terjadi karena ulah suporter Persija. Seorang polisi kritis dan 3 luka akibat kejadian ini. Pagar GBK, motor suporter dan mobil polisi ikut rusak akibat diamuk suporter Persija.
(nwy/fjp)











































Penjemputan hanya boleh dilakukan oleh orangtua (Zia/detikcom)
Andri dijemput kedua orangtuanya dari Depok (Zia/detikcom)
Sebelum diperbolehkan Pulang, anak-anak harus berfoto dulu (Zia/detikcom)