Richard dikait-kaitkan dengan Pospera karena di akun facebooknya, ia pernah memakai seragam Pospera dan baju berlambang PDIP. Teman Ahok sempat menyebutkan bahwa gerakan Richard Dkk yang disebut sebagai barisan sakit hati itu, dibayang-bayangi oleh ormas yang merupakan binaan dari salah satu partai. Apakah benar demikian?
"Aduh, aku kode etik nggak boleh kasih tau ormasnya sih. Kalau teman-teman curious coba buktikan besok," ungkap Jubir Teman Ahok Amalia Ayuningtyas di Setiabudi Building, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita menunggu juga sih bagaiamana mereka menanggapi press conference yang Teman Ahok bikin kemarin," kata Amalia.
Baca juga: Kata Richard Eks Teman Ahok Soal Fotonya dengan Seragam PDIP dan Ormas Pospera
Teman Ahok memang langsung menggelar konferensi pers setelah Richard buka-bukaan soal adanya manipulasi KTP untuk mengejar satu juta KTP bagi Ahok. Pada pernyataan pers itu, Teman Ahok membuka bahwa barisan sakit hati diduga dibekingi oleh ormas namun tak bersedia menyebut nama ormas tersebut.
Amalia pun sebenarnya berharap bahwa dugaan mereka tidak benar. Ia berharap agar dalam persaingan politik tidak dilakukan dengan cara-cara yang kurang santun. Apalagi Teman Ahok dalam mengumpulkan dukungan KTP bergerak tidak melalui jalur politik dan murni relawan.
"Politik itu menyajikan politik yang baik. Kalaupun nggak suka dengan satu calon, bantu calon lain yang punya kualifikasi. Jadi jangan gontok-gontokan yang harusnya teredukasi jadi terpancing emosi," tuturnya.
Sebelumnya Richard sudah mengklarifikasi bahwa blak-blakan yang dilakukannya bukan merupakan bentuk politisasi. Ia juga menyebut tak ada hubungannya antara Pospera atau PDIP atas tindakannya yang terkesan dilakukan untuk menjegal Teman Ahok.
"Sama sekali nggak. Ini gerakan moral. Saya bisa menunjukkan gambar beberapa tahun lalu saat saya antusias dengan Pak Jokowi itu. Namanya relawan kan nggak salah emmakai atribut. Pakai seragam ormas partai," ujar Richard mengklarifikasi foto di facebooknya, Kamis (23/6).
Meski mengenakan baju berlogo PDIP, Richard membantah ia merupakan kader partai berlambang banteng merah itu. Seragam Pospera yang dipakainya pun, kata Richard, dikenakan saat ia menjadi relawan dalam program kartu keluarga sejahtera (KKS) yang penyalurannya didelegasikan kepada ormas tersebut.
"PDIP ada simpatisan, ada kader. Saya pribadi simpatisan. Semua orang punya seragam (PDIP) kalau suka dengan Bung Karno pasti punya," pungkas dia.
(ear/miq)










































