Ahok Diminta Satukan Pendukung Baik dari Relawan Maupun Parpol

Ahok Diminta Satukan Pendukung Baik dari Relawan Maupun Parpol

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 25 Jun 2016 02:00 WIB
Ahok Diminta Satukan Pendukung Baik dari Relawan Maupun Parpol
Foto: Pendukung Ahok (Agung/detikfoto)
Jakarta - Kelompok relawan cagub DKI incumbent Basuki T Purnama (Ahok) sudah melakukan konsolidasi dengan pemuda dari partai-partai pendukung yakni dari NasDem, Hanura, dan Golkar. Ahok pun diminta untuk menyatukan gerakan relawan dan pendukung secara sistematis dan berstruktural.

"Pak Gubernur harus mengambil alih kepemimpinan politik ini lalu segera menyatukan relawan semua, lalu segera menyatukan partai politik semua," ujar Tim Ahli Teman Ahok I Gusti Putu Artha dalam acara buka bersama relawan dan pemuda partai pendukung Ahok di Setiabudi Building, Kuningan, Jaksel, Jumat (24/6/2016).

"Setelah dibentuk tim segera di konsolidasi entah siapa ketua tim kampanye, entah siapa juru bicara, entah siapa yang melayani media, dan tim sosial dan seterusnya," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putu pun memberi masukan kepada Ahok terkait kalkulasi politik yang berkembang di antara dua pilihan jalur untuk maju di Pilkada DKI 2017. Yakni melalui jalur perseorangan atau jalur partai politik. Apakah dua kekuatan dari jalur berbeda bisa saling mendukung dengan apapun keputusan Ahok nantinya.

Juga bagaimana konstalasi politik yang kemudian terjadi dari masing-masing pilihan itu. Termasuk mengenai rivalitas politik yang terjadi di lapangan. Putu sendiri yakin Ahok pasti akan lolos apapun jalur yang akan dipiluhnya. Namun menurutnya, Ahok perlu memikirkan jalur mana dapat memenangkannya di Pilgub DKI lebih cepat.

"Di antara kalkulasi politik inilah menurut saya, kita semua memberikan masukan ke Pak Ahok untuk memberikan masukan setepat-tepatnya. Kita hari ini tidak bisa berpikir ideal kalau ternyata ujung-ujungnya kalah. Tapi bagaimana memastikan kemenangan," tutur Putu.

"Hari ini, kita jalan sendiri-sendiri. Parpol juga sifatnya mendukung. Sebenarnya teman-temen sudah memulai sesuatu yang positif. Energi kita satukan semua. Bisa kita respon dengan cepat berbagai lini," sambung mantan komisioner KPU pusat itu.

Pada buka bersama itu hadir perwakilan dari Teman Ahok dan juga kelompok-kelompok relawan lainnya seperti dari Muda-mudi Ahok, Ale-ale Ahok, Ahok Garis Keras, Basuki Tjahaja Purnama Mania (Batman), dan Jasmev. Mayoritas anak muda itu merupakan mantan relawan Jokowi ketika Pilgub DKI 2012 dan Pilpres 2014.

Sementara itu dari partai politik, hadir pemuda-pemuda dari sayap partai politik pendukung Ahok. Seperti Garda Pemuda NasDem, Pemuda Hanura dan dua sayap partai Golkar yaitu dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Menurut Ketum Garda Pemuda NasDem, Martin Manurung, para relawan termasuk yang datang dari partai politik menyerahkan semua keputusan pada Ahok. Apakah melalui jalur independen atau jalur partai politik. Mereka akan tetap bekerja apapun pilihannya selama Ahok bisa kembali bisa memimpin Jakarta.
Foto: Politisi muda NasDem Martin Manurung (Agung/detikfoto)

"Dua-duanya kan sah, terserah Pak Ahok mau isi formulir yang mana. Yang penting pak Ahok bisa menang dan kembali memimpin Jakarta. Itu lah tujuan kelompok relawan," ungkap Martin di lokasi yang sama.

Saat ini Ahok disebutnya adalah kandidat yang paling punya peluang baik untuk bisa maju di Pilgub DKI. Sebab dukungan untuk jalur independen sudah terpenuhi, demikian juga jika Ahok ingin maju lewat partai politik. Sebab dengan resminya dukungan Golkar, kini gubernur DKI petahana itu sudah memiliki kekuatan politik untuk bisa 'bertarung'.

"Pak Ahok yang paling tidak punya masalah. Dari independen sudah terpenuhi, dari parpol sudah lebih dua kursi. Kami membebaskan Pak Ahok mau pilih, semua berpulang ke Pak ahok, termasuk pilihan wagub. Kita tidak mau menekan atau memaksa," pungkasnya. (elz/miq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads