"Dengan adanya buka bersama ini, ini wujud bahwa kita solid, sudah siap untuk bekerja sama untuk membawa Pak Ahok untuk bisa ngurus Jakarta lagi," ungkap Amalia di acara buka bersama relawan dan partai pendukung Ahok di Setiabudi Building, Kuningan, Jaksel, Jumat (24/6/2016).
Acara ini digagas oleh Garda Pemuda NasDem yang mengundang berbagai kelompok relawan Ahok lainnya. Seperti Muda-mudi Ahok, Ale-ale Ahok, Ahok Garis Keras, Batman (Basuki Tjahaja Purnama Mania, dan JASMEV yang merupakan kelompok relawan berisi pasukan cyber kala Jokowi maju di Pilgub DKI dan 2012 dan Pilpres 2014.
Muda-mudi Ahok dan beberapa relawan lainnya juga merupakan bekas relawan Jokowi seperi Ivanhoe dan Diaz Hendropriyono. Tak hanya kelompok relawan, acara ini juga dihadiri oleh pemuda sayap partai tiga pendukung Ahok.
Selain Garda Pemuda NasDem, ada juga dari Pemuda Hanura dan dua sayap partai Golkar yaitu dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
"Semoga nggak hanya hari ini saja. Semoga selanjutnya tetap berkomunikasi dengan baik. Kemudian kalau yang jelas buat Teman Ahok kita siap kerja sama dengan teman-teman yang punya satu misi. Karena kan teman-teman ingin memperjuangkan agar Pak Ahok bisa maju lagi," kata Amalia.
Kepada pemuda partai pendukung dan kelompok relawan Ahok lainnya, Teman Ahok punya permintaan khusus. Yaitu agar mereka membantu ketika Teman Ahok mendapat serangan-serangan dari berbagai kelompok, terutama yang ingin menjegal usaha pemenangan gubernur DKI petahana itu.
Dalam beberapa kesempatan Teman Ahok memang diserang isu negatif, seperti dugaan mendapat dana Rp 30 M dari pengembang reklamasi hingga manipulasi dukungan KTP.
"Kalaupun Teman Ahok lagi disorot, lagi banyak ditembakin, dikeroyok, saya pikir hari ini konsolidasi pertama kita yang nanti akhirnya yang digebukin jangan hanya Teman Ahok, tapi teman-teman yang lain juga mesti bantu," ujar Amalia.
"Karena dengan tudingan-tudingan yang dialamatkan Teman Ahok itu bisa saya pastikan itu tidak betul. Karena kami sudah menjaga selama satu tahun ini. Kita benar-benar dari relawan yang trial error, kita berusaha membuat sistem sendiri, konsultasi dengan teman-teman yang sifatnya parsial, tidak sesistemik," imbuh dia.
Amalia mengakui bahwa struktur Teman Ahok tidak sebagus seperti partai-partai politik. Sehingga menurutnya Teman Ahok akan banyak membutuhkan bantuan saran serta hal-hal lain dari partai politik pendukung Ahok.
"Kita nggak muluk-muluk. Teman Ahok ditembaki untuk fitnah nggak berdasar kita juga santai saja. Nanti kita akan jalan bareng. Dan yang akan memenangkan ini bukan hanya dari elemen relawan aja tapi juga ada dari parpol," bebernya.
"Teman Ahok dari segi kapasitas dan dari segi beban Teman Ahok tanggung sudah cukup berat. Jadi katakanlah kalau teman Ahok dituding dengan isu-isu yang nggak baik, ya kita berharap nggak hanya relawan tapi parpol juga ikut," sambung Amalia.
Foto: Konsolidasi pendukung Ahok (Agung/detikcom) |
Soal Verifikasi Dukungan
Saat ini Teman Ahok sedang mempersiapkan untuk verifikasi faktual satu juta KTP yang berhasil dikumpulkannya. Amalia menyebut dia sudah bertemu KPUD terkait tahapan itu dan mendapat banyak apresiasi atas sistem yang dimiliki Teman Ahok sebagai tim relawan cagub independen.
"Kita hari ini ke KPUD dipuji-puji habis-habisan. Karena selama ini belum pernah ada relawan yang punya database dukungan sebagus ini. Pukul 14.00 WIB tadi saya habis bertemu dengan teman-teman KPUD. Kami sudah konsultasi terkait dengan formulir yang sudah dikumpulkan ke Teman Ahok," terangnya.
Teman Ahok membawa sejumlah sample formulir dukungan dari warga DKI yang sudah mengumpulkan KTP untuk dukungan kepada Ahok. Baik dalam bentuk hardcopy maupun soft file dan KPUD dikatakan memberikan sambutan yang baik dan tak terduga.
"Kita tadi print beberapa sample, ini lho B1 KWK-nya, ini lho instrumen yang digunakan Teman Ahok, sudah bener atau belum dan sebagainya. Alhamdulillah KPUD memberikan apresiasi yang sangat besar karena belum pernah ada tim calon independen yang bisa buat sistem yang rapi, yang sebegitu rigid, komplit, dan sebegitu terstruktur," aku Amalia.
Setelah diserang isu aliran dana dan manipulasi KTP, transparansi Teman Ahok lalu banyak dipertanyakan. Amalia mengatakan Teman Ahok terus berusaha semaksimal mungkin dalam pengelolaan nada dan siap jika dilaukan audit.
"Sejauh ini kita sudah kasih yang terbaik meski masih ada kekurangan. Kita sudah coba transparansi meski masih ada juga kekurangan. Kita sudah kasih benchmark, dan siap diaudit. Ke depan kalau gerakan politik diaudit, kita juga minta partai politik diaudit," tutur wanita yang akrab disapa Lia tersebut.
Para kelompok relawan ini diusulkan untuk membentuk satu kekuatan gabungan dengan sistem teroganisir. Termasuk bersama partai-partai pendukung Ahok melalui para pemuda organisasi sayapnya. Teman Ahok menyambut baik inisiatif tersebut.
"Kita apresiasi, selama bentuknya terorganisir, sekarang ada relawan akan mempermudah komunikasi. Bentuknya aku belum tahu, sekarang Teman Ahok punya PR besar seperti verifikasi faktual. Teman Ahok berfokus pada merawat dukungan satu juta KTP yang sudah dikumpulkan. Kita buat database dll," jelas Lia.
"Ada banyak kerja yang Teman Ahok nggak bisa bikin, kayak di Jasmev bagus dari segi sosial meedia. Jadi nanti akan coba komunikasi ke depan ini, tapi Pak Ahok pakai jalur mana dulu? Ke depan akan banyak bentuk partisipasi politik. Ada yang bantu di sosial media, di media, ada yang di lapangan," tambah dia.
Dari pertemuan para relawan dan pendukung Ahok, Amalia mengatakan itu bisa mematahkan isu jalur independen merupakan bentuk deparpolisasi. Isu ini sempat berkembang ketika Ahok memilih maju jalur independen bersama Teman Ahok yang kemudian membuat hubungannya dengan PDIP renggang.
"Artinya kekhawatiran beberapa orang dengan deparpolisasi karena adanya jalur independen itu tidak betul. Buktinya hari ini teman-teman dari parpol dan dari relawan yang jumlahnya banyak banget, itu bisa bekerja sama dengan baik," sebut Amalia.
Harapan Teman Ahok bersambut. Semua kelompok relawan dan pemuda partai pendukung Ahok pada acara buka bersama itu telah menyatakan dukungannya. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Pemuda Hanura Whisnu Dewanto.
"Pemuda Hanura tidak mau urusan bagaimana orang menjelek-jelekan Ahok, tapi gimana kita mengawal verifikasi KTP supaya tidak diakal-akali," kata Whisnu di lokasi yang sama.
(ear/miq)












































Foto: Konsolidasi pendukung Ahok (Agung/detikcom)