Setelah 7 Hari, Operasi SAR Longsor di Purworejo dan Kebumen Resmi Ditutup

Setelah 7 Hari, Operasi SAR Longsor di Purworejo dan Kebumen Resmi Ditutup

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 24 Jun 2016 23:08 WIB
Setelah 7 Hari, Operasi SAR Longsor di Purworejo dan Kebumen Resmi Ditutup
Foto: Kondisi Longsor di Purworejo (Rahma/detikcom)
Semarang - Operasi SAR untuk pencarian korban longsor di Purworejo dan Kebumen resmi ditutup. Pihak keluarga korban yang belum ditemukan diajak bermusyawarah dan sudah menyatakan ikhlas.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Agus Haryono mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan sudah dilakukan intensif selama 7 hari. Maka pencarian korban baik yang di desa Donorati dan Caok di purworejo maupun yang di desa Sampang Kebumen resmi dihentikan.

"Setelah melakukan upaya pencarian dan penyelamatan secara intensif selama 7 hari dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada, akhirnya operasi SAR bencana tanah longsor Kebumen dan Purworejo secara resmi ditutup oleh Pak Bupati," kata Agus seperti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (24/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan upaya pencarian korban tersebut, lanjut Agus, didasari beberapa aspek antara lain kemungkinan penemuan korban yang semakin sempit serta kesehatan dari anggota tim SAR yang bertugas.

"Penutupan ini tentunya dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Di antaranya kemungkinan untuk menemukan korban selamat sudah sngat kecil, kalaupun bisa ditemukan biasanya kondisi jenazah sudah rusak sehingga membahayakan kesehatan Tim SAR," terangnya.

Pihak keluarga korban sudah dihubungi dan diajak musyawarah. Mereka sudah menyatakan ikhlas dengan korban yang belum ditemukan. Meski demikian, pencarian secara mandiri tetap dilakukan oleh relawan dan warga sekitar.

"Keluarga juga dilibatkan dalam musyawarah dan keluarga sudah ikhlas. Namun demikian, bukan berarti pencarian dihentikan sama sekali karena masih ada relawan dan masyarakat setempat yang masih berupaya untuk mencari para korban sambil melakukan upaya pemulihan dan perbaikan sarana-prasarana yang rusak," kata Agus.

Hingga saat ini, dari catatan Basarnas disebutkan masih ada empat korban yang belum ditemukan yaitu tiga di Purworejo atas nama Slamet, Jumadi, Saman. Sedangkan di Kebumen masih ada satu korban yang belum ditemukan yaitu Sutinyem.

"Kami turut berbela sungkawa terhadap para korban meninggal dalam bencana ini. Semoga arwahnya mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, dan bencana ini tidak terulang lagi di kemudian hari," tutup Agus.

Sementara itu, Bupati Kebumen Yahya Fuad dan Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan rasa terima kasih kepada tim SAR gabungan yang selama sepekan ini berusaha mencari korban baik yang selamat maupun meninggal dunia.

(alg/miq)


Berita Terkait