Adhyaksa Kritik Ahok: Pemimpin Itu Harus Konsisten

Panasnya Pilgub DKI

Adhyaksa Kritik Ahok: Pemimpin Itu Harus Konsisten

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Jumat, 24 Jun 2016 19:36 WIB
Adhyaksa Kritik Ahok: Pemimpin Itu Harus Konsisten
Foto: Bisma Alief/detikcom
Jakarta - Eks Menpora Adhyaksa Dault melontarkan kritik ke cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Adhyaksa menilai seorang pemimpin harus konsisten tak boleh berganti sikap seenaknya.

Kritik ini diarahkan kepada Ahok yang awalnya menegaskan maju lewat jalur independen namun kini mulai pendekatan dengan parpol.

"Bukan soal menjatuhkan. Lihat sendiri sekarang sudah terbuka. Soal kawan Ahok sudah terbuka sendiri antara mereka sendiri ribut. Inkonsistensi Ahok, katanya mau independen buktinya sekarang dia meninggalkan pendukungnya dari kawan Ahok malah mendekati ke partai. Hal-hal seperti ini pemimpin itu harus konsisten," kata Adhyaksa usai silaturahmi dengan ulama Jakarta di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (24/6/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adhyaksa melanjutkan kritiknya ke Ahok. Kali ini soal Ahok yang kerap merotasi pejabat di lingkungan Pemprov DKI.

"Coba saya incumbent saya pasti diuntungkan. Tapi saya percaya masyarakat ini Jakarta ini masyarakat yang terdidik. Masyarakat yang tidak mau konflik. Bagaimana kita bisa bekerja dengan tenang kalau setiap tiga bulan ganti sana, ganti lurah, ganti camat," katanya.

"Perlu ditinjau dia bilang luar batang itu sudah tidak ada ikan, saya ini doktor kelautan perikanan. Masih banyak ikan di situ, dia tidak menyertakan ahlinya disurvei dulu. Bagaimana mereka dipindahkan dan habitatnya jauh di sana. Kan perlu komunikasi. Penguasa betul-betul penguasa bukan pemimpin," lanjutnya.

Di survei terakhir yang dilakukan populi center, elektabilitas Ahok mencapai 51%. Hal ini bukan masalah buat Adhyaksa.

"Nggak masalah. Elektabilitas itu bisa saja, memang kenapa. Karena menurut saya Jakarta butuh pemimpin bukan penguasa. Bagaimana mungkin Jakarta dibangun dengan konflik terus? ," katanya.

"Oke kalau soal pembangunan infrastruktur dan sebagainya itu tugas seorang penguasa. Tetapi kan penguasa yang sekaligus pemimpin itu yang dibutuhkan Jakarta. Jadi ada ruang publik yang harus dibuka. Anda mau kita punya gubernur 5 tahun ke depan huru-hara terus setiap hari. Mecat orang terus setiap hari. Anda mau kayak begitu keadaannya?" imbuhnya.

Adhyaksa ingin Jakarta lebih tenang. Dia kemudian mengapresiasi Majelis Pelayan Jakarta yang mencoba mencari cagub alternatif untuk Jakarta.

"Dan kita lihat siapa yang menarik ke SARA sebenarnya? Siapa yang menarik ke SARA? Kan Ahok sendiri pada mulanya. Menurut kami perlu ada pemimpin alternatif, siapapun dari MPJ ini yang elektabilitasnya tinggi kemudian dia didukung oleh parpol, kita dukung udah," pungkasnya. (van/van)


Berita Terkait