Seperti yang detikcom lihat siang ini, Jumat (24/6/2016) saat bersama rombongan Kemen PUPR dalam rangka mengecek jalur mudik Pantura. Pengemis di Jembatan Sewo perbatasan Subang-Indramayu tersebut terlihat menyapu jalan.
Mereka, pengemis duduk di pinggir jalan dan di pembatas punggung jalan sambil membawa sebuah sapu lidi. Untuk mengurangi terik matahari, mereka memakai caping dan menutup seluruh muka dan memakai sepatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, kebiasaan lempar uang itu dimanfaatkan para pengemis. Mereka kini ngetem rutin di tempat itu. Alhasil tak sedikit pengendara yang justru bersedekah ke pengemis itu, walau sebenarnya amat tak disarankan.
![]() |
"Semakin mendekati lebaran semakin banyak pengemisnya. Tapi di hari biasa juga ada," ujar Parkini (41) pengemudi bus antar kota antar provinsi yang biasa lewat di jalur Pantura.
"Hal itu dikarenakan semakin banyak pengguna jalan atau pemudik yang lewat. Mereka pakai sapu mengambil uang. Mereka warga sekitar," sambung Parkini.
Menurut pengalaman Parkini, para pengemis tersebut tidak lah mengganggu arus lalu lintas. Namun saat menjelang lebaran dan jumlahnya membludak, maka dari pihak pemerintah daerah yang akan mengantisipasi.
"Dia nggak mengganggu. Kalau lebaran dan jumlahnya kan semakin banyak maka sudah diantisipasi sama pemda. Soalnya saya pernah lihat ada petugas pakai pakaian coklat yang nertibin mereka," pungkas dia. (dra/dra)












































