Kehidupan WNI di Enschede dalam menjalankan ibadah puasa diceritakan oleh Ketua Indonesian Moslem Enschede Association (IMEA) Muhammad Khafidh. Di kota ini kata Khafidh, ada ratusan warga Indonesia, baik mahasiswa ataupun profesional yang bekerja di berbagai perusahaan.
"Di kota ini terdapat University of Twente yang menjadi salah satu tujuan belajar banyak pencari ilmu dari Indonesia," kata Khafidh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengobati rasa rindu tersebut berbagai kegiatan dilakukan oleh warga Indonesia di kota Enschede yang tergabung dalam Indonesian Moslem Enschede Association," kata Khafidh.
Menurut Khafidh buka puasa bersama menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu, kerinduan terhadap hidangan khas bulan Ramadan di bumi pertiwi dapat dinikmati di sini. Acara buka puasa bersama ini diselenggarakan setiap hari Sabtu di rumah warga Indonesia secara bergiliran.
"Keindahan dan keceriaan silaturahmi dengan sesama warga Indonesia semakin lengkap dengan tausiyah yang menyejukkan iman setelah menjalankan puasa selama 19 jam," ucapnya.
Selain berbuka puasa bersama, kegiatan lain yang ditunggu adalah pembagian paket berbuka puasa kepada warga Indonesia setiap hari Jumat. Ada ratusan paket berbuka yang dibagikan selama bulan Ramadan yang dibuat oleh ibu-ibu WNI secara gotong royong. Meski sibuk studi dan bekerja, namun mereka tetap semangat dan kompak membuat paket buka puasa untuk WNI lainnya.
"Semangat gotong royong dan ukhuwah inilah yang menjadi salah satu nilai dari bangsa Indonesia yang terus melekat walaupun berada di negeri orang. Sebuah nikmat dari Allah SWT yang diajarkan turun temurun oleh nenek moyang kita," tutup Khafidh. (slm/ega)










































