"Demi menjamin keselamatan umum penumpang, Kepala BNN melalui Deputi Pemberdayaan Masyarakat memerintah BNNP dan BNNK seluruh Indonesia untuk melakukan tes urine kepada seluruh awak jasa transportasi darat, laut dan udara," ucap Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi kepada detikcom, Jumat (24/6/2016).
BNN mengimbau kepada seluruh jajarannya di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk melaksanakan tes urine serempak pada tanggal 25 Juni 2016 di terminal, pelabuhan dan bandar udara setempat. Kegiatan ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet mengatakan, kebijakan tes urine kepada seluruh awak angkutan umum ini merupakan wujud dari fungsi perlindungan masyarakat terhadap dampak penyalahgunaan Narkoba.
"BNN berharap hal ini dapat menjadi salah satu jaminan keselamatan masyarakat saat arus mudik dan arus balik berlangsung," ujar Slamet.
Sopir Angkutan Umum di Jakarta Juga Akan Dites Urine
Sopir angkutan umum di Jakarta akan menjadi salah satu target tes urine. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan sopir yang kan membawa penumpang baik bepergian ke luar kota dalam keadaan fit.
"Kita persiapkan angkutan umum terutama yang akan digunakan untuk pemudik, terutama pengemudinya dan kendaraannya kita sudah lakukan penindakan maupun pengecekan dengan instansi terkait bagaimana kesiapan mudiknya," jelas Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman kepada detikcom, Jumat (25/6/2016).
"Sopir-sopirnya kita cek urinennya untuk memastikan mereka bebas dari narkoba dan alkohol," tambahnya.
Latif memastikan, sopir angkutan umum yang terbukti positif mengonsumsi narkotika atau minuman beralkohol akan dicabut izin jalannya.
"Faktor human error dari pengemudi menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan, ini yang kita hindari sehingga dicek urinnya agar betul-betul sopirnya bebas dari narkoba," imbuhnya.
Untuk mengecek urine ini, polisi bersama Dinas Perhubungan DKI turun ke sejumlah terminal utama. Sasaran utama adalah sopir bus lintas provinsi.
"Kami juga koordinasi dengan Organda bagaimana kesiapan pada pengemudinya, kita kemarin sudah ke beberapa terminal besar seperti Kampung Rambutan, Pulogadung, Kalideres semua kita lakkan secaraa mendakak mana bus untuk mudik kita cek laik apa tidak kendaraannya, kita periksa surat-suratnya, sopirnya juga," paparnya.
(rvk/ed)











































