JK: Pemalsuan Vaksin Sangat Berbahaya

JK: Pemalsuan Vaksin Sangat Berbahaya

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 24 Jun 2016 14:24 WIB
JK: Pemalsuan Vaksin Sangat Berbahaya
Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - Mabes Polri mengungkap kasus vaksin wajib palsu untuk bayi di Jakarta, Banten dan Jabar. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut kasus vaksin palsu ini sangat berbahaya.

"Soal vaksin ini kan masalah kriminal, tentu ini sangat berbahaya. berbahaya untuk kesehatan," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016).

"Apalagi untuk bayi kecil disuntikan dengan vaksin palsu. Saya kira polisi dan BPOM sudah melakukan tugas dengan baik," sambung JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi menjerat pelaku dengan UU tentang Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi menangkap 12 pelaku. Keuntungan yang didapat pelaku cukup menggiurkan, yaitu Rp 25 juta per minggu untuk produsen dan Rp 20 juta per minggu untuk distributor. Pelaku membuat vaksin palsu tersebut di sebuah rumah di Puri Hijau Bintaro. Mereka memproduksi dari tahun 2003.

Bahan vaksin palsu adalah cairan infus dicampur dengan vaksin tetanus. Lalu mereka mengemasnya dan menjualnya sebagai vaksin wajib (hepatitis, BCG, dan campak).

Bareskrim Polri telah membongkar jaringan vaksin palsu. Ini bermula dari laporan sebuah rumah sakit di Bogor yang curiga dengan vaksin yang dikirimkan sebuah distributor. Setelah dicek ternyata palsu dan Bareskrim bergerak hingga menggerebek sebuah rumah di Pondokaren, Tangsel awal pekan ini. (fiq/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads