"Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melanjutkan moratorium pengiriman batubara dan akan terus jalan sampai ada jaminan keamanan dari pihak Filiphina," jelas Menlu Retno di Kemenko Polhukam usai rapat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016).
Retno menjelaskan, selama ini 90 persen kebutuhan batu bara Filipinan berasal dari Indonesia. Bila hal ini ingin berlanjut, mesti ada jaminan keamanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WNI yang disandera kelompok bersenjata sebanyak 7 orang. Mereka adalah ABK kalap tunda Charles milik PT Rusianto Bersaudara. Kapal itu membawa batu bara berangkat dari Samarinda menuju Filipina tanggal 4 Juni. Pada 20 Juni di perairan Sulu, kapal dibajak dua kali oleh dua kelompok yang berbeda. 7 ABK disandera, sedangkan 6 lainnya dibiarkan meneruskan perjalanan ke Samarinda. (dra/dra)











































