Hal tersebut diungkapkan Dedi saat menggelar Safari Ramadan Partai Golkar di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (23/6/2016). Dalam acara itu turut hadir Ketum Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham.
"Saya mengusulkan pada Pak Ketua agar mendorong teman-teman di DPR membahas berbagai macam jaminan untuk para buruh informal, seperti tukang bangunan, buruh tani atau pun buruh kasar lainnya," jelas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya pekerja bangunan. Mereka tidak setiap hari dapat uang karena tergantung proyek. Sekarang bukan masalah sakitnya, karena itu sudah ditanggung pemerintah. Tapi bagaimana nasik anak dan istri para pekerja bangunan, kalau suaminya sakit? Inilah problem yang harus segera terselesaikan," tuturnya.
Selain itu Dedi pun mendorong pemerintah pusat untuk bisa memperhatikan jaminan hari tua bagi para lansia seperti yang dilakukannya sebagai Bupati Purwakarta saa ini.
Di Purwakarta, kata Dedi, para lansia digaji oleh pemerintah dalam hal ini para PNS memiliki tanggungan satu orang ibu asuh atau lebih yang akan diberikan santunan tiap bulannya. Hal tersebut telah berlaku sejak beberapa tahun ke belakang.
"Saya harap ada peraturan dan perundang-undangan yang mengatur kedua hal itu. Dan Partai Golkar harus mampu mengkaji secara mendalam berapa besar anggaran negara untuk memberikan perlindungan itu. Saya rasa Indonesia mampu untuk itu," tegas Dedi.
Di tempat yang sama Setnov mengamini apa yang diusulkan oleh Dedi. Menurutnya kedua hal tersebut sangat mendasar dan perlu segera terealisasi dengan dorongan para anggota dewan dari partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya minta anggota DPR Golkar untuk mulai besok start mengajukan usulan itu. Partai Golkar harus mempelopori dan harus mulai melaksanakan usulan itu karena sangatlah bagus. Saya terima kasih kepada Kang Dedi yang berani memberikan usulan seperti itu," ucapnya. (rvk/rvk)











































