"Sosialisasi di bulan baik mendapat pemimpin baik dan amanah dan tidak asal menggusur saja. Kemarin sudah Yusril Ihza Mahendra dan Beni Mokalu. Uno figur membanggakan, muda, keren, berwawasan, pengusaha dan sayang jika potensi yang ada tidak diambil parpol," ujar Eko membuka sosialisasi di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2016).
"Biar kami tahu visi misinya. Apakah pro rakyat atau tidak. Sandi masuk radar PAN," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Visi saya membawa Jakarta berkeadilan inklusif dan manusiawi. Misinya ada lima, menjaga harga pokok, mendorong ekonomi kerakyatan, masyarakat mendapat manfaat pembangunan, memaksimalkan teknologi, penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih dan tegas," urai Sandiaga.
Dia mengapresiasi kinerja gubernur yang sekarang memimpin Jakarta. Namun, menurut dia pemimpin yang mau membaur langsung dengan masyarakat adalah yang diimpikan seperti yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.
"Harus ada pemimpin baru agar menjadi lebih baik lagi. Kita apresiasi gubernur sekarang, saya turun langsung 'blusukan' meniru Pak Jokowi dan survei membuktikan 81,4 persen warga menginginkan gubernur turun langsung serta akan memilihnya," jelas dia.
"72 persen memilih gubernur jujur dan bersih. Target saya, Gerindra memutuskan siapa bacagubnya setelah saya selesai blusukan. Selain itu kemacetan harus diutamakan, ini PR terbesar. Selain itu kebutuhan harga pokok, bahwa harga akan meroket. Saya ingatkan pak gubernur harga tinggi tidak terjangkau, kekurangan lapangan pekerjaan dan mari kita duduk bersama menyelesaikan masalah pengangguran," tambah Sandiaga.
Menurut dia, janji pemerintah bahwa masyarakat menengah kebawah harus bisa membeli kebutuhan pokok harus dipenuhi. "Menjaga stabilitas harga pokok, menciptakaan lapangan pekerjaan, memastikan audit DKI WTP, pengelolaan belanja yang berkualitas adalah rancangan kerja saya nantinya," kata Sandiaga.
Sementara itu, Bendahara DPP PAN Candra Tirta Wijaya menegaskan bahwa partainya tidak akan mendukung gubernur petahana. Dikatakannya PAN sedang menggalang dukungan besar untuk melawan petahana dikarenakan kursi yang tidak cukup mengusung calon sendiri.
"Kita saling sharing pengutaraan visi misi calon. Kita akan lihat mana yang sesuai dg visi misi PAN. Kemungkinan besar incumbent tidak diusung PAN. Kita akan menggalang satu kekuatan besar melawan incumbent yang ada. Hari ini juga penyerahan formulir pendaftaran bacagub," jelas Candra.
(erd/erd)










































